PARLEMENTARIA.ID – Dominikus Adi Sutarwijono, yang akrab disapa Awi, adalah tokoh penting dalam dunia politik Kota Surabaya. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai kebijakan dan program pemerintahan kota. Sebelum menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya, Awi memiliki latar belakang karier yang cukup menarik, terutama di bidang jurnalistik. Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, pada 4 Agustus 1968 ini pernah menjadi wartawan di beberapa media ternama seperti Harian Surya (1996-2000), Majalah Tempo (1999-2003), hingga menjadi Pemimpin Redaksi Beritajatim.com (2005-2007). Pengalaman ini membantunya memahami dinamika masyarakat dan isu-isu yang relevan dengan kehidupan warga Surabaya.
Peran Penting dalam Kepemimpinan Partai dan Pemerintahan
Awi juga memiliki peran signifikan dalam partai politik. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya dari tahun 2019 hingga 2025. Namun, pada Mei 2025, ia dibebastugaskan dari jabatan tersebut karena evaluasi kinerja dan soliditas partai. Meski demikian, pengalamannya sebagai anggota DPRD Kota Surabaya tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Sejak tahun 2012, Awi telah duduk sebagai anggota DPRD Kota Surabaya. Ia kemudian dilantik sebagai Ketua DPRD dua periode, yaitu 2019-2024 dan 2024-2029. Selama masa jabatannya, ia aktif dalam berbagai program pembangunan dan pengembangan kota. Beberapa kebijakan yang diusulkan oleh Awi mencakup peningkatan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Kehidupan Pribadi dan Kondisi Kesehatan Terakhir
Awi lahir dalam lingkungan keluarga sederhana. Ayahnya seorang guru sekolah dasar, sehingga pendidikan menjadi prioritas utama dalam hidupnya. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga pada tahun 1993. Pendidikan ini menjadi fondasi untuk kariernya di dunia politik dan pemerintahan.
Pada akhir hayatnya, Awi menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) di Jakarta. Ia sempat dirawat di ICU karena kondisi kesehatannya yang memburuk. Pada tanggal 10 Februari 2026 pukul 20.36 WIB, Awi meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama beberapa hari. Kabar ini langsung dikonfirmasi oleh kader PDI Perjuangan Surabaya, Aprizaldi, yang menyatakan bahwa jenazah Awi sedang dalam perjalanan menuju Surabaya untuk dimakamkan di TPU Keputih, Kecamatan Sukolilo, pada hari Kamis (12/2/2026).
Kenangan dan Duka dari Rekan Kerja
Kematian Awi meninggalkan duka mendalam bagi rekan kerja dan masyarakat Surabaya. Banyak kolega dan tokoh masyarakat mengungkapkan rasa belasungkawa atas kepergiannya. Salah satu kenangan yang sering disebut adalah kontribusinya dalam membangun kota Surabaya melalui berbagai inisiatif dan kebijakan yang progresif. Selain itu, ia dikenal sebagai sosok yang ramah, rendah hati, dan selalu siap mendengarkan aspirasi masyarakat.
Proses Pemakaman dan Penghormatan Akhir
Jenazah Awi diberangkatkan dari Jakarta pada hari Rabu (11/2/2026) dan akan disemayamkan di rumah duka Grand Heaven Surabaya sebelum dimakamkan keesokan harinya. Proses pemakaman ini diharapkan dapat menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi sosok yang telah berkontribusi besar dalam kehidupan politik dan pemerintahan Surabaya. ***







