PARLEMENTARIA.ID –Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa Jeffrey Hendrik telah ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama (Dirut) PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Penunjukan ini dilakukan setelah Iman Rachman, mantan Dirut BEI, mengundurkan diri karena merasa bertanggung jawab atas penurunan tajam harga saham di pasar modal Indonesia.
“Ya, Jeffrey akan menjadi Pjs Dirut BEI,” ujar Purbaya saat dikonfirmasi wartawan usai rapat bersama Menko Perekonomian, Danantara, OJK dan BEI di Wisma Danantara, Jakarta, pada Sabtu (31/1).
Jeffrey Hendrik, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan, akan menjadi representasi BEI dalam pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2). Menkeu menegaskan bahwa pemerintah tidak ikut campur dalam proses pengambilan keputusan tersebut. “Ini adalah masalah internal mereka, dan mereka menyelesaikan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tambahnya.
Komitmen BEI untuk Operasional Normal
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan bahwa pihaknya akan mengumumkan Pjs Dirut BEI sebelum jam pembukaan perdagangan Bursa pada Senin (2/2). Dalam konferensi pers, Jeffrey memastikan bahwa operasional BEI tetap berjalan secara normal dan proses pengambilan keputusan oleh manajemen tidak akan terganggu sama sekali.
“Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia. Tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” jelas Jeffrey.
Upaya Meningkatkan Transparansi dan Tata Kelola
Jeffrey melanjutkan bahwa BEI akan terus meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia. Selain itu, pihaknya juga mencermati perkembangan terkait kebutuhan Indeks Provider Global.
“Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa Indeks Provider Global, dan kami sudah menampung apa yang diharapkan. Semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor, baik global maupun domestik,” ujarnya.
Pengunduran Diri Iman Rachman
Jumat pagi (30/1), Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya sebagai Direktur Utama BEI. Pengunduran diri ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal Indonesia yang mengalami penurunan tajam harga saham beberapa waktu lalu.
Untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan stabilitas operasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama BEI sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini dilakukan agar kebijakan dan pengelolaan BEI tetap berjalan lancar tanpa hambatan.
Tanggung Jawab dan Stabilitas Pasar Modal
Penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Dirut BEI merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa pasar modal Indonesia tetap stabil dan berkembang. Dengan pengalaman dan komitmen yang dimiliki Jeffrey, diharapkan BEI dapat terus memperkuat posisinya sebagai bursa efek yang profesional dan transparan.
Selain itu, BEI juga akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan perlindungan bagi para investor. Dengan kerja sama yang baik antara OJK, BEI, dan pihak-pihak terkait, diharapkan pasar modal Indonesia bisa kembali pulih dan berkembang lebih baik lagi.











