Kinerja Danantara Dinilai Membanggakan oleh Presiden Prabowo

 

PARLEMENTARIA.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan apresiasi terhadap kinerja Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam beberapa bulan terakhir. Meski baru beroperasi selama kurang dari setahun, Danantara telah menunjukkan hasil yang mengesankan melalui reformasi dan efisiensi di sejumlah perusahaan BUMN.

Pujian ini disampaikan langsung oleh Presiden saat hadir dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Gedung Danantara, Jakarta. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Danantara atas upaya mereka dalam menjalankan reformasi yang membuahkan hasil yang signifikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Danantara dalam satu tahun terakhir. Hasil dari efisiensi dan reformasi yang dilakukan telah menciptakan peningkatan empat kali lipat dibandingkan tahun 2024,” ujar Presiden.

Reformasi yang Menghasilkan

Dalam waktu singkat, Danantara mampu melakukan perubahan besar-besaran dalam pengelolaan aset negara. Meskipun entitas ini diresmikan oleh Presiden pada Februari 2025, operasional penuh baru dimulai setelah melewati tiga hingga empat bulan awal pendirian. Proses ini menunjukkan bahwa Danantara tidak hanya fokus pada pembentukan struktur organisasi, tetapi juga pada implementasi kebijakan yang tepat.

Dalam acara tersebut, Presiden juga menegaskan bahwa meskipun puas dengan kinerja Danantara, ia tetap memberikan target untuk meningkatkan kinerja keuangan. Salah satu indikator utamanya adalah return-on-asset (RoA), yang harus mencapai angka 7%.

“Kenapa senyum? Kepala Danantara bisa? Kok siapnya kurang tegas gitu,” canda Presiden kepada CEO Danantara, Rosan Roeslani.

Proyeksi Keuntungan Danantara

Dari data yang tersedia, PT Danantara Aset Manajemen (DAM) diproyeksikan akan mencatatkan keuntungan sebesar Rp360 triliun pada tahun 2025. Dengan total aset yang diperkirakan mencapai Rp14.000 triliun, RoA Danantara masih berada di bawah 3%. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk peningkatan kinerja keuangan, terutama dalam mengoptimalkan penggunaan aset yang dimiliki.

Tantangan dan Peluang

Meskipun demikian, keberhasilan Danantara dalam mengelola aset negara menjadi bukti bahwa reformasi yang dilakukan dapat memberikan dampak positif. Dengan adanya target RoA sebesar 7%, Danantara diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Ini akan menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan aset negara.

Selain itu, Danantara juga diharapkan dapat menciptakan jutaan lapangan kerja melalui inisiatif investasi dan pengembangan usaha. Dengan jumlah aset yang sangat besar, Danantara memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Peran Danantara dalam Ekonomi Nasional

Dalam konteks yang lebih luas, Danantara diharapkan menjadi motor penggerak dalam penguatan ekonomi Indonesia. Dengan pengelolaan aset yang lebih baik dan efisien, Danantara dapat membantu pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan jangka panjang. Selain itu, Danantara juga bertugas untuk meningkatkan nilai tambah dari aset negara yang saat ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *