PARLEMENTARIA.ID – Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat dalam mendapatkan uang kertas baru menjelang perayaan Idulfitri 1444 H. Keputusan ini diambil setelah melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat terhadap program “Semarak Rupiah Berkah Idulfitri”.
Alasan Perpanjangan Jadwal dan Penambahan Kuota
Peningkatan minat masyarakat terhadap penukaran uang kertas baru menjadi alasan utama BI memperpanjang jadwal dan menambah kuota. Program ini dirancang untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh uang kertas dalam kondisi bersih dan layak digunakan.
Menurut informasi yang diperoleh, sejumlah bank umum dan lembaga keuangan telah bekerja sama dengan BI untuk menyediakan titik-titik penukaran uang di berbagai wilayah. Jumlah total titik penukaran mencapai 5.066 lokasi, yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kesiapan Sistem Penukaran Uang
BI juga memastikan sistem penukaran uang berjalan dengan lancar. Selain menambah kuota, pihaknya melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas uang kertas yang dikeluarkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya uang palsu atau uang yang rusak yang bisa beredar di masyarakat.
Selain itu, BI juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara memilih uang kertas yang asli dan bagaimana mengenali ciri-ciri uang yang tidak layak beredar. Edukasi ini disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk media massa dan platform digital.
Tanggapan Masyarakat
Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Banyak warga yang mengaku senang karena dapat memperoleh uang baru dalam jumlah yang cukup besar.
“Kami sangat senang dengan adanya program ini. Kami bisa mempersiapkan uang untuk lebaran dengan lebih tenang,” kata salah satu nasabah bank swasta di Jakarta.
Beberapa pengusaha juga menyambut baik kebijakan BI. Mereka berharap program ini dapat membantu meningkatkan volume transaksi selama bulan puasa dan hari raya.
Strategi BI untuk Memastikan Ketersediaan Uang
BI juga menyiapkan mekanisme distribusi uang kertas yang optimal. Dengan memperpanjang jadwal penukaran, BI berharap dapat menghindari kerumunan dan antrian yang terlalu panjang di setiap titik penukaran.
Selain itu, BI juga memastikan bahwa stok uang kertas yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jumlah uang yang dikeluarkan mencapai triliunan rupiah, yang akan didistribusikan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Tantangan dan Persiapan Jangka Panjang
Meski program ini berjalan dengan baik, BI tetap menghadapi beberapa tantangan, seperti peningkatan permintaan uang kertas dan kebutuhan pengamanan uang selama proses penukaran. Untuk itu, BI bekerja sama dengan aparat kepolisian dan lembaga lainnya dalam menjaga keamanan dan kelancaran proses penukaran.
Dalam jangka panjang, BI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan penukaran uang, baik dalam hal ketersediaan, keamanan, maupun pengelolaan uang yang sudah tidak layak beredar.
Program Semarak Rupiah Berkah Idulfitri 2026 diharapkan dapat menjadi contoh inovasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang kertas yang bersih dan layak.***












