PARLEMENTARIA.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, Adi Sutarwijono, meninggal dunia pada Selasa malam, 10 Februari 2026. Kepastian ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Fraksi Gerindra, Bahtiyar Rifai, yang menyampaikan rasa duka atas kepergian sosok yang dianggap sebagai figur senior dan orang tua bagi anggota dewan.
Adi Sutarwijono, yang juga seorang politisi PDIP, dikenal memiliki sifat sabar, tenang, dan bijaksana dalam menghadapi berbagai masalah. Ia tidak hanya menjadi rekan kerja, tetapi juga menjadi panutan bagi banyak anggota dewan. Dalam interaksi sehari-hari, ia selalu menunjukkan sikap yang tulus dan penuh pengertian.
“Beliau adalah sosok sebagai orang tua bagi kami dan orang yang sabar. Kami turut kehilangan atas meninggalnya beliau,” ujar Bahtiyar Rifai saat dikonfirmasi. Ia mengungkapkan bahwa pertemuan terakhir dengan Adi terjadi pada 5 Januari lalu, usai libur tahun baru. Saat itu, mereka masih sempat mengikuti rapat untuk membahas rencana anggaran Pemkot Surabaya.
Baca juga:
–
–
Sosok yang Menginspirasi dan Menjadi Panutan
Selama bertugas di DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono dikenal sebagai sosok yang merangkul dan mampu menjembatani perbedaan pendapat antar fraksi. Ia sering kali menjadi mediator dalam berbagai isu yang berkembang di lingkungan dewan.
Bahtiyar Rifai menekankan bahwa kesabaran dan ketenangan Adi Sutarwijono menjadi ciri khasnya. “Yang saya ingat ya kesabaran beliau. Beliau sangat sabar. Sebagai senior dan sebagai orang tua bagi kami, itu yang selalu kami kenang,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan doa terbaik bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. “Kami berharap segala amal baik beliau diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dosa-dosanya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.
Prosesi Pemakaman dan Duka yang Mendalam
Menurut informasi yang diperoleh, Adi Sutarwijono sempat dirawat secara intensif beberapa hari sebelum meninggal. Ia meninggal di Jakarta pada pukul 20.36 WIB.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Daniel Rohi, juga membenarkan kabar duka tersebut. “Kami sangat berduka atas berpulangnya Mas Adi Sutarwijono,” katanya.
Sementara itu, berbagai tokoh dan anggota dewan lainnya turut menyampaikan rasa duka. Diana AV Sasa, misalnya, mengenang Adi sebagai sosok yang teguh dan bersahaja. Sedangkan Arief Fathoni mengungkap pesan personal yang ditinggalkan oleh almarhum.
Penghargaan dan Warisan yang Tak Terlupakan
Adi Sutarwijono meninggalkan warisan yang tak hanya berupa kontribusi dalam pembangunan Surabaya, tetapi juga nilai-nilai kepemimpinan yang dijunjung tinggi. Ia dikenang sebagai sosok yang mampu menjaga harmoni dan keseimbangan dalam setiap keputusan yang diambil.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah diajak berdiskusi. Bahkan, dalam situasi yang penuh tekanan, ia selalu mampu menjaga ketenangan dan memberikan solusi yang terbaik.
Dengan kepergiannya, DPRD Surabaya kehilangan seorang pemimpin yang tidak hanya berkompeten, tetapi juga memiliki hati yang tulus dan penuh kasih.
Kematian Adi Sutarwijono menjadi duka mendalam bagi seluruh anggota DPRD Surabaya dan masyarakat di sekitarnya. Ia meninggalkan jejak yang kuat dalam sejarah pemerintahan daerah, serta contoh teladan dalam kehidupan berpolitik.
Semoga amal baiknya diterima oleh Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.***










