Wisata Ramah Muslim di Korea Selatan: Tren yang Menarik Perhatian Wisatawan Indonesia

Wisata Ramah Muslim di Korea Selatan: Tren yang Menarik Perhatian Wisatawan Indonesia

PARLEMENTARIA.ID – Korea Selatan semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang ramah bagi para pengunjung Muslim. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah dan pelaku industri pariwisata setempat telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Muslim yang berkunjung ke negara ini. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah wisatawan internasional, termasuk dari Indonesia, yang mencerminkan pertumbuhan signifikan dalam sektor pariwisata halal.

Peningkatan Jumlah Wisatawan Internasional

Pada tahun 2025, jumlah wisatawan internasional yang mengunjungi Korea Selatan mencapai 18,9 juta orang. Angka ini meningkat sebesar 15,7 persen dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sekitar 16,37 juta kunjungan. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Korea Selatan berhasil menarik minat wisatawan dari berbagai belahan dunia, termasuk dari negara-negara dengan populasi Muslim besar seperti Indonesia.

Wisatawan Indonesia yang Meningkat Pesat

Salah satu indikator penting adalah jumlah wisatawan dari Indonesia. Sepanjang tahun 2025, jumlah wisatawan Indonesia mencapai 365.596 orang, angka tertinggi sejak masa sebelum pandemi Covid-19. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan akan wisata halal di Korea Selatan semakin meningkat, khususnya dari kalangan Muslim Indonesia yang ingin merayakan liburan dengan nyaman dan aman.

Pengembangan Infrastruktur Wisata Ramah Muslim

Untuk mendukung pertumbuhan ini, Korea Selatan telah melakukan investasi besar-besaran dalam pengembangan infrastruktur wisata ramah Muslim. Salah satunya adalah pembangunan restoran dengan sertifikasi halal, yang kini bisa ditemukan di berbagai kota besar seperti Seoul. Restoran-restoran ini tidak hanya menyediakan makanan halal, tetapi juga memberikan pengalaman kuliner yang kaya akan rasa dan tradisi.

Faktor-Faktor yang Mendorong Minat Wisatawan Muslim

Selain infrastruktur yang memadai, beberapa faktor lain turut memengaruhi minat wisatawan Muslim untuk berkunjung ke Korea Selatan. Pertama, adanya fasilitas ibadah yang memadai di berbagai tempat wisata, seperti masjid dan area sholat. Kedua, keamanan dan keselamatan yang tinggi di seluruh wilayah negara tersebut. Ketiga, keberagaman destinasi wisata yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, baik itu wisata budaya, alam, maupun kuliner.

Pendapat Narasumber

Yunia Pratiwi, seorang jurnalis perjalanan yang berpengalaman, menjelaskan bahwa “Korea Selatan telah membuktikan bahwa mereka serius dalam menggarap wisata ramah Muslim. Bukan hanya sekadar tawaran, tetapi ada komitmen nyata dalam memenuhi kebutuhan para pengunjung.”

Ia menambahkan, “Banyak wisatawan Muslim, terutama dari Indonesia, merasa nyaman dan aman saat berada di sini. Ini menjadi daya tarik utama yang membuat mereka kembali berkunjung.”

Dengan pertumbuhan pesat dalam jumlah wisatawan, khususnya dari Indonesia, Korea Selatan telah menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi destinasi wisata yang ramah dan nyaman bagi para pengunjung Muslim. Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan pelaku bisnis pariwisata sangat penting dalam memastikan bahwa pengalaman wisatawan benar-benar maksimal dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *