Wisata Pasir Putih Situbondo, Peran Arsitektur dan Lingkungan dalam Pembangunan Berkelanjutan

PARLEMENTARIA.ID – Pengelola wisata Bahari Pasir Putih Situbondo, Jawa Timur, telah menunjukkan komitmen kuat terhadap kebersihan dan konservasi lingkungan. Dalam sebuah inisiatif bersama, para pelaku wisata, pengelola hotel, UMKM, dan masyarakat setempat melakukan kerja bakti untuk membersihkan tumpukan sampah dan ranting kayu yang terbawa banjir di sepanjang pantai. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan dan menjaga daya tarik wisata yang menjadi sumber ekonomi bagi warga sekitar.

Yogie Kripsian Sah, Koordinator Pengelola Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo, menjelaskan bahwa sampah dan ranting kayu tersebut berasal dari aliran sungai yang meluap akibat hujan deras. “Sampah dan ranting kayu yang terbawa banjir dan bermuara di laut hingga terseret arus dan menumpuk di sepanjang bibir pantai Pasir Putih itu kerap terjadi setiap musim hujan,” ujarnya. Ia mengapresiasi partisipasi aktif seluruh pihak dalam upaya memulihkan kondisi pantai yang menjadi salah satu destinasi wisata utama di wilayah tersebut.

Kegiatan kerja bakti ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan sampah, tetapi juga menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan kolaborasi antara pengelola wisata, pelaku usaha, dan masyarakat, situasi yang sebelumnya terlihat kotor dan tidak terawat kini mulai pulih. Hal ini membuktikan bahwa perawatan lingkungan bisa dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

Dampak Banjir Terhadap Wilayah Situbondo

Sejak tiga pekan terakhir, hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kejadian ini menyebabkan beberapa aliran sungai meluap dan membanjiri ribuan rumah warga. Salah satu titik yang terdampak adalah Kecamatan Bungatan Mlandingan dan Kendit, di mana aliran air yang mengandung sampah dan ranting kayu terbawa ke laut dan menumpuk di sepanjang pantai.

Dampak banjir ini tidak hanya mengganggu kehidupan masyarakat, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem laut dan pantai. Sampah plastik serta limbah organik yang terbawa oleh air hujan dapat merusak kesehatan lingkungan dan mengancam kehidupan laut. Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan dan mitigasi banjir sangat penting untuk dilakukan, baik melalui penanggulangan banjir maupun pengelolaan limbah yang lebih baik.

Inisiatif Pemerintah dan Masyarakat dalam Menangani Bencana

Pemerintah Kabupaten Situbondo telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi dampak banjir. Salah satunya adalah dengan membangun sistem drainase yang lebih efektif dan memperkuat infrastruktur di daerah rawan banjir. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan darurat kepada korban banjir, termasuk bantuan logistik dan pemulihan rumah yang rusak.

Di sisi lain, masyarakat setempat juga turut serta dalam upaya pencegahan dan mitigasi bencana. Misalnya, mereka melakukan kegiatan seperti pembersihan saluran air, penanaman pohon di sekitar daerah aliran sungai, serta pembuatan tempat penampungan air hujan. Keterlibatan aktif masyarakat dalam menghadapi bencana menunjukkan pentingnya peran komunitas dalam membangun ketahanan lingkungan.

Tantangan dalam Mengelola Wisata dan Lingkungan

Meskipun ada banyak inisiatif positif, pengelolaan wisata dan lingkungan di Situbondo masih menghadapi tantangan. Salah satunya adalah kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Banyak pengunjung yang tidak membuang sampah pada tempatnya, sehingga meningkatkan risiko pencemaran. Selain itu, kurangnya pengawasan dari pihak berwenang juga membuat sampah mudah menumpuk di area wisata.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pendidikan dan sosialisasi yang lebih intensif. Edukasi tentang manfaat menjaga lingkungan dan konsekuensi negatif dari sampah harus disampaikan secara rutin kepada pengunjung dan masyarakat setempat. Selain itu, pemerintah dan pengelola wisata perlu memperkuat kebijakan pengelolaan sampah, seperti pemasangan tempat sampah yang cukup dan pengawasan yang lebih ketat.

Kerja bakti yang dilakukan oleh pengelola wisata, pelaku UMKM, dan masyarakat di Pantai Pasir Putih Situbondo menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat menciptakan perubahan positif. Meskipun banjir dan sampah merupakan tantangan besar, dengan kesadaran dan komitmen bersama, lingkungan dan wisata dapat dipertahankan. Upaya ini juga menjadi pengingat bahwa keberlanjutan tidak hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang menjaga keindahan dan kesehatan alam yang menjadi aset utama daerah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed