Warga Ponorogo Berjuang untuk Menjaga Akses ke Desa yang Terisolasi

DAERAH34 Dilihat

PARLEMENTARIA.ID – Di tengah tantangan infrastruktur yang serius, warga Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, terus berupaya mempertahankan akses vital menuju pusat aktivitas dan layanan. Jalan utama penghubung ke Desa Wates, Kecamatan Jenangan, mengalami longsoran sejak akhir 2023. Hingga kini, kondisi jalan tersebut belum mendapat perhatian dari pihak berwenang, sehingga warga harus mencari solusi darurat untuk tetap bisa beraktivitas.

Longsoran telah menggerus badan jalan hingga nyaris habis. Dari jalur selebar beberapa meter, kini hanya tersisa tapak sempit sekitar 20 sentimeter di tengah yang sangat berbahaya untuk dilalui. Akibatnya, warga membangun jembatan darurat agar roda dua dan pejalan kaki masih bisa melintas di jalur yang kian menyempit dan rawan ambruk.

“Kemarin ada inisiatif dari warga semua membuat jembatan darurat untuk roda dua dan pejalan kaki,” ujar Gunarto, salah satu warga setempat. Jembatan sederhana ini dibuat dengan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lingkungan, seperti kayu dan besi bekas, untuk memastikan akses tetap terbuka meskipun dalam kondisi yang tidak ideal.

Dampak pada Kehidupan Harian

Kerusakan jalan juga berdampak langsung pada pendidikan. Sejumlah pelajar Sekolah Dasar terpaksa digendong orang tua atau warga lain untuk menyeberangi jalur longsor menuju sekolah. “Kemarin karena rusak itu, ya terpaksa anak-anak sekolah digendong untuk melewati jalan tersebut,” jelas Gunarto. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya akses jalan bagi masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan yang lancar.

Meski jembatan darurat kini memungkinkan satu sepeda motor melintas, warga masih memilih berjalan kaki karena khawatir konstruksi darurat tak mampu menahan beban, terutama saat hujan. “Tidak berani, karena jembatannya kayak gini mendingan jalan kaki. Takut, nanti putus kan anak-anak bagaimana, sedangkan mereka harus sekolah,” kata Sirmini, salah satu orang tua.

Ancaman Terhadap Kehidupan Masyarakat

Longsor masih aktif dan setiap saat berpotensi menghabiskan sisa badan jalan. Jika itu terjadi, akses utama Wagir Lor akan benar-benar terputus. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum dampak sosial dan ekonomi semakin meluas. “Semoga cepat diperbaiki, kasian anak-anak sekolah yang utama. Juga yang aktivitas mencari rezeki,” harap Sirmini.

Hingga kini, warga hanya bisa bertahan dengan solusi seadanya, sambil menunggu perhatian serius dari pemangku kebijakan. Bagi mereka, jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan yang menentukan apakah desa tetap hidup atau terisolasi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *