Kunjungan Anggota DPRD Jabar ke Desa Legok, Warga Sampaikan Keluhan Soal Infrastruktur
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H Toto Suharto, melakukan kunjungan ke Desa Legok, Kecamatan Cidahu. Kegiatan ini bertujuan sebagai bagian dari agenda pengawasan penyelenggaraan pemerintahan tahun anggaran 2026. Selama kunjungan tersebut, sejumlah warga dan perangkat desa menyampaikan berbagai keluhan terkait masalah sosial dan lingkungan yang mereka alami.
Beberapa isu utama yang disampaikan oleh warga meliputi kondisi jalan gang permukiman yang rusak dan belum mendapatkan perbaikan dari pihak pemerintah setempat. Masalah ini menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Selain itu, warga juga meminta adanya pembangunan jalan usaha tani yang dianggap penting untuk meningkatkan kualitas hidup petani di wilayah tersebut.
Tidak hanya itu, warga juga mengeluh tentang kurangnya penerangan jalan umum di beberapa titik di desa. Hal ini menjadi perhatian khusus karena wilayah desa memiliki akses jalan provinsi yang menghubungkan daerah Kuningan dan Cirebon. Penerangan jalan yang memadai dinilai sangat penting untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga, terutama pada malam hari.
Berbagai Aspirasi yang Disampaikan Warga
Toto Suharto menegaskan bahwa dirinya siap menerima dan menampung semua aspirasi serta kebutuhan masyarakat desa. Ia menyatakan bahwa masalah infrastruktur yang berkaitan dengan sosial lingkungan akan disampaikan kepada DPRD Provinsi Jawa Barat.
“Untuk permasalahan sosial lingkungan dari sektor infrastruktur, kami akan sampaikan di DPRD Provinsi Jabar,” ujar Toto kepada wartawan di sela kegiatan.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan warga lainnya. Dalam diskusi tersebut, beberapa persoalan krusial muncul, antara lain keterbatasan penerangan jalan umum (PJU), kondisi jalan usaha tani (JUT) yang belum optimal, serta jalan gang permukiman warga yang memerlukan peningkatan kualitas.
Pentingnya Penerangan Jalan Umum
Kebutuhan akan penerangan jalan umum di beberapa titik jalan desa tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga pada keselamatan warga. Toto menjelaskan bahwa kondisi gelap di malam hari dapat meningkatkan risiko kecelakaan serta kerawanan sosial.
“Selain rawan kecelakaan, kondisi gelap juga dinilai berpotensi meningkatkan kerawanan sosial. Dari hal itu, kami akan bantu warga untuk pemenuhannya,” katanya.
Tujuan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Toto Suharto menekankan bahwa kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan ini bertujuan untuk memastikan bahwa program dan kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Pengawasan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi sarana untuk mendengar langsung suara masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa aspirasi terkait PJU, jalan usaha tani, dan jalan lingkungan sangat penting karena menyangkut kebutuhan dasar dan kesejahteraan warga. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.











