PARLEMENTARIA.ID – Banjir yang terjadi di Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, menyebabkan jembatan penghubung antara Desa Wonoboyo dan Leprak ambruk. Peristiwa ini memutus akses utama warga setempat, namun masyarakat tidak tinggal diam. Dengan semangat gotong royong, mereka segera bertindak untuk membangun jembatan darurat sebagai solusi sementara.
Kerjasama Masyarakat dalam Membangun Jembatan Darurat
Segera setelah jembatan utama runtuh, warga dari kedua desa bersatu untuk membangun jembatan sementara menggunakan bahan kayu. Proses pembangunan dilakukan secara kolaboratif, dengan partisipasi aktif dari pemerintah desa dan relawan. Jembatan darurat ini menjadi satu-satunya jalur alternatif menuju wilayah Bondowoso.
Tantangan dalam Penggunaan Jembatan Darurat
Meski telah dibangun, jembatan darurat memiliki keterbatasan. Hanya kendaraan roda dua yang dapat melalui jembatan tersebut, sedangkan kendaraan roda empat harus mencari rute alternatif. Hal ini menyebabkan perjalanan menjadi lebih panjang dan melelahkan. Warga yang ingin ke Bondowoso harus melewati Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, dengan jarak tempuh hingga 2,5 hingga 3 jam.
Penanganan oleh Pihak Berwenang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso segera menangani situasi ini. Tim BPBD melakukan asesmen di lokasi dan memasang safety line untuk mencegah warga melintasi area berbahaya. Selain itu, BPBD juga merencanakan pembangunan jembatan darurat sementara dari bahan kayu dengan alas bambu agar tetap bisa digunakan.
Peran Kepala Desa dalam Koordinasi
Kepala Desa Wonoboyo, Hj Tubaini, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan warga dan pihak terkait untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas. Ia mengharapkan penanganan darurat jembatan segera dilakukan oleh BPBD dan Dinas BSBK agar warga tidak terisolasi.
Keamanan dan Kewaspadaan Warga
Hj Tubaini juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat melintasi jembatan darurat, terutama saat hujan turun. Ia menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah.
Tanggapan dari BPBD
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristanto Putro Prasojo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat melalui media sosial WhatsApp. Tim BPBD langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pengamanan awal. Ia juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Dampak dari ambruknya jembatan ini tidak hanya terasa pada akses transportasi, tetapi juga pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Kepala Desa Wonoboyo menyatakan bahwa dampak ini sangat dirasakan oleh warga, terutama dalam hal mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
Harapan untuk Penanganan Jangka Panjang
Warga berharap agar jembatan yang rusak dapat segera diperbaiki atau dibangun kembali. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.***











