PARLEMENTARIA.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, meninggalkan kesan mendalam bagi kolega dan masyarakat. Ia dikenang sebagai sosok pemimpin yang bersahaja dan selalu menjaga suasana harmonis dalam lingkungan kerja. Kepergiannya meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam, terutama bagi para anggota dewan dan rekan kerjanya.
Kepemimpinan yang Tenang dan Menyejukkan
Adi Sutarwijono memimpin DPRD Surabaya selama dua periode dengan gaya kepemimpinan yang tenang dan menyejukkan. Ia tidak pernah mengganggu proses kerja anggota dewan, tetapi selalu memberikan ruang untuk berdiskusi secara terbuka. Hal ini membuat suasana di lembaga legislatif tetap kondusif tanpa konflik.
Menurut Laila Mufidah, Wakil Ketua DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Adi Sutarwijono adalah sosok yang tidak pernah menyusahkan orang lain. Bahkan saat sakit, ia tidak ingin merepotkan siapa pun. “Saya sangat kehilangan Pak Adi, panutan kami di dewan,” ujar Laila.
Latar Belakang Sebagai Mantan Jurnalis
Sebelum menjadi politisi, Adi Sutarwijono memiliki latar belakang sebagai jurnalis. Ia pernah bekerja di Harian Surya dan Majalah Tempo. Pengalaman ini membentuk kepribadiannya yang tegas dalam prinsip dan selalu mengedepankan kepentingan rakyat. Meski tegas, ia tetap menjaga sikap rendah hati dan ramah.
Keberhasilan dalam Memimpin DPRD
Selama masa jabatannya, Adi Sutarwijono berhasil menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Ia tidak pernah intervensi dalam tugas-tugas anggota dewan, asalkan sesuai dengan aturan. Ini menunjukkan bahwa ia percaya pada kemampuan setiap anggota dewan untuk menjalankan tugasnya secara mandiri.
Kenangan dari Rekan Kerja
Laila Mufidah juga mengungkapkan bahwa Adi Sutarwijono selalu memberi ruang seluas-luasnya bagi anggota dewan untuk menjalankan tugas kerakyatan. Ia dikenang sebagai sosok yang merangkul dan menolak adanya gesekan atau konflik di antara anggota dewan.
Pesan dari Mantan Rekan Kerja
Beberapa rekan kerja juga menyampaikan pesan-pesan personal tentang Adi Sutarwijono. Salah satunya adalah Arief Fathoni, yang mengatakan bahwa sosok Adi Sutarwijono adalah contoh seorang pemimpin yang bisa dijadikan teladan. Ia mengingatkan bahwa setiap orang harus belajar dari cara Adi dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran.
Kepergian Adi Sutarwijono meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam bagi masyarakat Surabaya, khususnya bagi para anggota dewan dan rekan kerjanya. Ia dikenang sebagai sosok pemimpin yang merangkul, tenang, dan selalu mengedepankan kepentingan rakyat. Semangat dan prinsip yang ia pegang akan terus menjadi inspirasi bagi banyak orang. ***












