PARLEMENTARIA.ID – Kapal cepat yang menghubungkan kota Banyuwangi dengan Denpasar di Bali masih menghadapi tantangan dalam hal pengguna. Meski memiliki kapasitas besar, armada ini sering kali hanya terisi sekitar 15% dari jumlah maksimal yang bisa ditampung. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap transportasi laut jenis ini masih rendah.
Keterisian Penumpang yang Rendah
Menurut data yang dikumpulkan oleh Dinas Perhubungan Bali, rata-rata setiap perjalanan hanya mampu membawa sekitar 60 penumpang. Angka ini jauh di bawah kapasitas maksimum yang mencapai 400 orang. Kepala Dinas Perhubungan Bali, I Kadek Mudarta, menyatakan bahwa keterisian penumpang dari masing-masing arah masih berada di kisaran 15%.
Operasional dan Jadwal Pelayaran
Armada kapal cepat Ekspres Bahari 1F, yang dikelola oleh PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, mulai beroperasi sejak Juli 2025. Namun, frekuensi pelayaran masih terbatas, hanya empat hari dalam seminggu, yaitu Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Jadwal keberangkatan dari Pelabuhan Boom, Banyuwangi, adalah pukul 10.00 WIB, sedangkan dari Pelabuhan Serangan, Denpasar, pukul 15.00 WITA.
Harga Tiket yang Masih Stabil
Harga tiket untuk kapal cepat tersebut belum mengalami perubahan sejak pertama kali beroperasi. Untuk kelas eksekutif, harga tiketnya sebesar Rp 235 ribu, sementara kelas VIP dibanderol Rp 285 ribu. Perbedaan antara kedua kelas ini terletak pada fasilitas tempat duduk yang disediakan.
Tantangan dalam Meningkatkan Minat
Meskipun kapal cepat ini diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di jalur Denpasar-Gilimanuk, penggunaannya masih sangat rendah. Mudarta menyatakan bahwa saat ini belum memungkinkan untuk menambah armada atau meningkatkan frekuensi pelayaran karena keterisian penumpang yang masih rendah.
Potensi dan Harapan Masa Depan
Meski saat ini penggunaan kapal cepat masih terbatas, ada harapan bahwa ke depan akan ada peningkatan minat dari masyarakat. Dengan pengembangan infrastruktur dan promosi yang lebih baik, transportasi laut bisa menjadi alternatif yang lebih efisien dan nyaman bagi masyarakat.***










