Puri Asih Bekasi Ricuh, Warga dan Polisi Bersitegang

DAERAH30 Dilihat

PARLEMENTARIA.ID – Pembersihan lahan di Perumahan Puri Asih Sejahtera, RT 07/RW 01, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada hari Rabu (7/1/2026) pagi, berlangsung dengan kekacauan.

Pelaksanaan dilakukan berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri Bekasi melalui surat Nomor 6551 mengenai pengosongan dan penyerahan tanah serta bangunan terhadap 12 unit rumah di perumahan tersebut untuk diserahkan kepada PT Taman Puri Indah.

Ketua RT 07 Perumahan Puri Asih Sejahtera, Deny Sas, mengungkapkan bahwa warga menolak pelaksanaan eksekusi karena merasa proses hukum masih memiliki banyak ketidakjelasan, termasuk dugaan kesalahan dalam objek sengketa.

“Kami tidak tahu sejarahnya. Yang kami ketahui, tiba-tiba ada lelang berupa lahan kosong. Padahal di sini sudah terdapat sekitar 100 unit rumah yang berdiri sejak tahun 1980-an, lengkap dengan izin,” kata Deny di lokasi.

Menurutnya, para tua-tua warga yang tinggal di sana telah mendiami kawasan tersebut sejak tahun 1983–1984.

Menurutnya, jika memang terjadi lelang, seharusnya penduduk yang sudah lama tinggal di wilayah tersebut turut serta terlibat.

“Kami tidak menguasai tanah orang lain atau tanah negara. Jika memang ada lelang, seharusnya warga juga diberi kesempatan. Tiba-tiba muncul eksekusi, padahal masih ada proses hukum yang sedang berlangsung,” ujar Deny.

Deny juga menyoroti bahwa penindakan hanya menargetkan 12 unit rumah, padahal kawasan tersebut merupakan satu area lahan yang memiliki satu sertifikat.

“Di sini terdapat sekitar 100 rumah, namun mengapa hanya 12 yang dilakukan eksekusi? Ini menjadi pertanyaan. Terlebih alamat yang tercantum dalam surat eksekusi berbeda dengan lokasi rumah warga,” kata dia.

Berdasarkan pantauan PARLEMENTARIA.IDDi lokasi, sejak sekitar pukul 08.00 WIB, ratusan warga sudah berkumpul di depan pintu gerbang perumahan.

Mereka menghalangi masuknya orang dengan berbaris rapi sambil memegang spanduk dan poster penolakan.

Terdengar teriakan penolakan yang berulang dari para demonstran. Beberapa warga tampak sedih, bahkan ada yang menangis sambil memeluk anggota keluarganya.

Kondisi semakin memburuk saat petugas kepolisian mulai memasuki area perumahan guna menjaga keamanan.

Warga sering kali menyampaikan keberatannya sambil memperlihatkan salinan surat eksekusi.

Mereka menganggap pelaksanaan eksekusi tidak sah karena diduga terdapat kesalahan dalam penulisan alamat pada putusan pengadilan.

“Ini rumah kami, sudah puluhan tahun kami tinggal di sini,” kata seorang warga.

Perebutan kekuasaan sempat terjadi antara penduduk dan petugas, hingga mengakibatkan beberapa orang jatuh.

Seorang wanita terlihat menangis dan mengakui telah dipukul saat berada dalam barisan kerumunan.

Di tengah situasi yang memanas, Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Bayu Pratama turun langsung menemui masyarakat.

Ia melakukan diskusi dengan perwakilan massa guna menenangkan situasi dan meminta warga agar tidak bertindak liar.

Meskipun terjadi dialog, penolakan dari masyarakat tetap berlangsung.

Sampai pukul 10.00 WIB, ratusan anggota polisi dan petugas Satpol PP masih berjaga di sekitar lokasi guna menjaga keamanan mengingat situasi yang belum sepenuhnya stabil.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *