PARLEMENTARIA.ID – Pembangunan proyek kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya masih dalam proses penyelesaian. Pemerintah saat ini lebih fokus pada penyelesaian masalah keuangan dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam sebuah wawancara.
“Intinya kita kawal terus upaya untuk melakukan restrukturisasi keuangan terkait dengan kereta cepat Jakarta-Bandung,” ujar AHY usai menghadiri acara Indonesia Economic Summit di Jakarta.
Fokus pada Penyelesaian Utang KCJB
AHY menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak terkait, termasuk Menteri Keuangan, Menteri Investasi dan Hilirisasi, serta perwakilan dari KAI. Tujuannya adalah mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah keuangan proyek tersebut.
“Kita ingin terus cari solusi yang terbaik. Ini masih butuh proses, butuh waktu dan kita tentu akan berkomunikasi dengan pihak China. Semangatnya semua adalah mencari solusi,” tambah AHY.
Pentingnya Restrukturisasi Keuangan
Menurut AHY, tanpa adanya fondasi keuangan yang kuat, proyek kereta cepat hingga Surabaya akan menghadapi berbagai kendala. Ia menilai bahwa kehadiran kereta cepat hingga Jawa Timur bisa menjadi faktor pendorong bagi perekonomian nasional.
“Kita ingin pastikan proyek yang besar dan juga strategis itu bisa terus eksis dan berjalan bahkan semakin maju. Karena juga banyak yang berharap selain sampai dengan Bandung, harapannya bisa tembus sampai dengan katakanlah Surabaya, Jawa Timur,” jelas AHY.
Peran Pemerintah dalam Penyelesaian Utang
Pemerintah juga telah mengambil tanggung jawab dalam restrukturisasi keuangan proyek KCJB. AHY menyatakan bahwa penyelesaian utang dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami juga membahas tentang restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Mohon bersabar karena memang kami juga terus mencari solusi yang terbaik,” ujar AHY dalam pertemuan di Kementerian Keuangan.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Meski ada tantangan dalam penyelesaian utang, AHY tetap optimis bahwa proyek ini akan segera berjalan. Ia menegaskan bahwa proyek ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan konektivitas dan mempercepat perkembangan ekonomi di wilayah Jawa.
Langkah Selanjutnya
AHY menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkomunikasi dengan pihak China untuk mencari solusi yang optimal. Ia juga menekankan pentingnya komitmen dan kesabaran dalam proses penyelesaian masalah keuangan.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya diharapkan dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.






