PARLEMENTARIA.ID – Prosesi penghormatan terakhir kepada Ketua DPRD periode 2024–2029 akan digelar di gedung legislatif yang berada di Jalan Yos Sudarso, Surabaya, pada Kamis (12/2/2026). Prosesi ini dilakukan setelah almarhum disemayamkan di Grand Heaven. Rencananya, jenazah akan dibawa ke kantor DPRD agar para anggota dewan dapat memberikan penghormatan terakhir.
Figur Pemimpin yang Berpengalaman
Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Fraksi Golkar, Arif Fathoni, menyebut almarhum sebagai figur pemimpin yang memiliki visi jauh ke depan serta mampu menciptakan suasana kerja yang sejuk di lingkungan dewan. Ia menilai Adi Sutarwijono sebagai pribadi yang bersahaja, pembawaannya tenang, dan memiliki visi berpikir yang jauh ke depan.
Menurut Fathoni, sosok Adi yang juga Ketua DPRD Surabaya dua periode ini merupakan figur yang berpengalaman. Anggota DPRD periode 2019–2024 maupun 2024–2029 sudah merasakan gaya kepemimpinan beliau yang mampu merajut harmoni atas segala keberagaman politik.
Di bawah kepemimpinan Adi, DPRD Surabaya menjadi ruang pengabdian yang minim konflik. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat dapat terus meningkat dari waktu ke waktu.
Selain sebagai pimpinan, Adi juga dikenal sebagai rekan diskusi yang mumpuni. Sebagai sesama mantan jurnalis, Fathoni menilai almarhum memiliki wawasan luas dan gemar membaca, sehingga kerap menjadi partner bertukar pikiran membahas berbagai isu, baik faktual maupun kontekstual.
Fathoni mengingatkan bahwa ia kali terakhir bertemu dengan Adi pada awal Januari lalu. Saat itu, almarhum berpamitan untuk menjalani pengobatan. “Beliau menitipkan kantor kepada kami, tiga pimpinan dewan lainnya, agar kerja-kerja politik kerakyatan tidak terganggu. Aktivitas DPRD harus tetap berjalan seperti biasa,” kenangnya.
Prosesi Penghormatan Terakhir
Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Fraksi Gerindra, Bahtiyar Rifai, menjelaskan bahwa prosesi penghormatan dilakukan setelah almarhum disemayamkan di Grand Heaven. “Kami bersama rekan-rekan di DPRD akan memberikan penghormatan kepada almarhum,” kata Bahtiyar saat dikonfirmasi terpisah.
Ketua DPRD Surabaya yang juga politisi PDIP, Adi Sutarwijono, meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026) malam sekitar 20.36 WIB di Jakarta. Selama beberapa hari terakhir, Cak Awi, sapaan akrab Adi Sutarwijono, memang dikabarkan tengah dirawat secara intensif.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Daniel Rohi, saat dikonfirmasi membenarkan kabar duka tersebut. “Kami sangat berduka atas berpulangnya Mas Adi Sutarwijono,” kata Daniel kepada TribunJatim.com saat dikonfirmasi dari Surabaya.
Rencananya, jenazah Adi Sutarwijono yang sebelumnya mendapatkan perawatan di RS Siloam Jakarta akan diterbangkan ke Surabaya pada Rabu (11/2/2026) sore. Setibanya di Jawa Timur, tokoh senior PDIP dengan nama lengkap Dominikus Adi Sutarwijono itu selanjutnya akan disemayamkan di Grand Heaven.
Sebagai bagian dari prosesi, rencananya pada pukul 18.30 WIB akan digelar Misa Requiem di Grand Heaven. Kemudian, berlanjut dengan kegiatan Misa Kebangkitan pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Selanjutnya, ibadah dilanjutkan dengan prosesi tutup peti dan pada Kamis sore sekitar pukul 14.00 akan dilakukan prosesi penghormatan terakhir di kantor DPRD Surabaya. Jenazah Ketua DPRD Surabaya (periode 2019–2024 dan 2024–2029) itu akan diantarkan menuju peristirahatan terakhir di TPU Keputih Surabaya.***











