
PARLEMENTARIA.ID – Pemerintah Kabupaten Bangkalan kembali menyiapkan layanan mudik gratis sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman pada momen Idulfitri. Program ini hadir dengan fokus pada rute Surabaya–Bangkalan, yang menjadi jalur utama bagi para perantau yang tinggal di wilayah tersebut.
Tujuan dan Manfaat Program Mudik Gratis
Program ini bertujuan untuk mengurangi beban biaya transportasi selama musim mudik. Dengan menyediakan armada bus tanpa dikenakan biaya, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih mudah merayakan Lebaran bersama keluarga. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan, Moh. Hasan Faisol, menjelaskan bahwa program ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan kepada warga.
“Kami menyiapkan enam unit bus untuk mengangkut pemudik dari Surabaya menuju Bangkalan. Ini adalah upaya kami untuk membantu masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan,” ujarnya.
Persyaratan dan Proses Pendaftaran
Untuk mengikuti program ini, calon peserta diwajibkan melampirkan dokumen kependudukan seperti KTP Bangkalan atau surat domisili, serta Kartu Keluarga (KK) jika mendaftar bersama anggota keluarga. Pendaftaran bisa dilakukan secara langsung di kantor Dinas Perhubungan atau melalui tautan resmi yang disediakan.
Proses pendaftaran dibuka mulai 7 hingga 17 Maret 2026, dengan kuota yang terbatas. Oleh karena itu, masyarakat yang tertarik diminta segera melakukan pendaftaran agar tidak kehabisan tempat.
Jadwal Keberangkatan dan Pengawasan
Jadwal keberangkatan pemudik akan dilaksanakan pada 17–18 Maret 2026 dari Terminal Purabaya (Bungurasih) Surabaya menuju Bangkalan. Para peserta diimbau tiba lebih awal di lokasi keberangkatan untuk memastikan proses persiapan berjalan lancar.
Setelah tiba di Bangkalan, para pemudik akan difasilitasi hingga ke kantor kecamatan sesuai domisili masing-masing. Hal ini bertujuan untuk memastikan perjalanan pulang kampung berlangsung lebih mudah dan tertib.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Program mudik gratis ini memiliki dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari kampung halaman. Dengan adanya layanan ini, biaya transportasi yang biasanya menjadi beban besar bisa dikurangi, sehingga masyarakat dapat fokus pada persiapan Lebaran.
Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan bagi warga untuk kembali ke kampung halaman dan merayakan hari raya bersama keluarga, yang merupakan tradisi penting dalam budaya Indonesia.
Tantangan dan Harapan
Meski program ini mendapat apresiasi, masih ada tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah jumlah armada yang terbatas, sehingga hanya sebagian kecil masyarakat yang bisa memanfaatkannya. Selain itu, pengaturan lalu lintas dan keamanan selama perjalanan juga menjadi perhatian khusus.
Namun, pemerintah kabupaten berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas cakupan program mudik gratis di masa depan. Dengan demikian, lebih banyak masyarakat dapat menikmati manfaat dari program ini.***











