PARLEMENTARIA.ID – Kondisi geopolitik global saat ini menunjukkan adanya tanda-tanda yang mengkhawatirkan terkait potensi terjadinya perang dunia ketiga. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Lemhannas RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, yang menyatakan bahwa ancaman konflik internasional semakin nyata dan berpotensi memicu krisis global yang lebih besar.
Tanda-Tanda Konflik Global yang Mengkhawatirkan
Ace Hasan Syadzily menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di dunia memiliki potensi konflik yang bisa menjadi pemicu perang dunia ketiga. Di kawasan Asia, misalnya, terdapat ketegangan antara Cina dan Taiwan, serta persaingan di Laut Cina Selatan yang terus memanas. Di Semenanjung Korea, situasi politik dan militer juga tetap rentan terhadap eskalasi.
Di Eropa, konflik antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung, sementara isu perebutan wilayah di Greenland juga mulai muncul sebagai ancaman baru. Sementara itu, di kawasan Timur Tengah, konflik antara Palestina dan Israel, serta tensi antara Iran dan Amerika Serikat, terus menjadi perhatian internasional.
Peran Pemerintah dalam Diplomasi Internasional
Menurut Ace, pemerintah Indonesia harus aktif dalam diplomasi dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Cina, dan Rusia. Ia menilai bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan upaya yang baik dalam menjaga hubungan diplomatik dan mencegah eskalasi konflik.
“Presiden Prabowo telah melakukan langkah-langkah yang sangat baik dalam mendukung upaya diplomasi,” ujarnya.
Persiapan Masyarakat untuk Menghadapi Ancaman Global
Selain peran pemerintah, Ace juga menekankan pentingnya kemandirian masyarakat dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu. Ia menyarankan agar masyarakat membangun kemandirian ekonomi, pangan, energi, serta peningkatan sumber daya manusia.
“Kita perlu memastikan bahwa bangsa kita memiliki daya tangkal yang kuat dan kewaspadaan tinggi terhadap ancaman-ancaman global,” ujar Ace.
Langkah-Langkah untuk Meningkatkan Kemandirian
- Kemandirian Ekonomi: Mendorong pengembangan industri lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor.
- Kemandirian Pangan: Memperkuat sektor pertanian dan memastikan pasokan pangan yang stabil.
- Peningkatan SDM: Melalui pendidikan dan pelatihan yang berkualitas untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.
- Kewaspadaan Nasional: Meningkatkan kesadaran masyarakat akan ancaman global dan pentingnya persiapan diri.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Dalam konteks ini, Ace menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga-lembaga terkait untuk membangun sistem yang tangguh. Ia juga menilai bahwa kebijakan yang progresif dan inklusif akan menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan global.
“Kita perlu bekerja sama secara bersama-sama untuk membangun masa depan yang lebih aman dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Ace.
Ace Hasan Syadzily, yang juga merupakan tokoh partai Golkar, menekankan bahwa kesiapan nasional adalah kunci untuk menghadapi ancaman global. Ia berharap masyarakat dapat memahami pentingnya kemandirian dan menjaga stabilitas di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah.
“Bagaimana kita membangun kemandirian, menjaga survive-nya bangsa kita dengan kemandirian ekonomi, kemandirian pangan, energi peningkatan SDM kita dan juga termasuk di dalamnya adalah soal bagaimana kita bisa memastikan supaya kita juga memiliki daya tangkal yang kuat dan kewaspadaan di tengah situasi global saat ini seperti ini,” ujarnya.***












