
PARLEMENTARIA.ID – Kontes Lele Lamongan (Kolela) menjadi salah satu acara yang menarik perhatian masyarakat di Kabupaten Lamongan. Acara ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya promosi potensi lokal melalui hiburan dan kegiatan sosial. Dengan mengangkat ikan lele sebagai ikon daerah, acara ini mencoba memperkenalkan budaya dan sumber daya alam Lamongan kepada masyarakat luas.
Konsep Unik yang Menggabungkan Tradisi dan Hiburan
Kolela merupakan even perdana yang digelar oleh PWI Lamongan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Selain itu, Kolela juga menjadi bagian dari agenda Ramadan Meriah yang dipimpin oleh Diskoperindag dan Dekranasda Kabupaten Lamongan.
Acara ini akan berlangsung pada hari Minggu, 8 Maret 2026, sebagai puncak kegiatan HPN 2026 di Lamongan. Sebelumnya, masyarakat akan diberi kesempatan untuk menyaksikan berbagai aktivitas seperti Ramadan Fasion Parede selama tiga hari dan festival patrol pada hari keempat.
Syarat dan Ketentuan Peserta
Untuk mengikuti kontes ini, peserta harus memenuhi beberapa ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Berikut adalah syarat utama:
- Peserta harus warga negara Indonesia (WNI).
- Setiap peserta hanya diperbolehkan membawa satu ekor ikan lele.
- Ikan lele harus dalam kondisi hidup.
- Peserta wajib membawa peralatan penampungan ikan.
- Panitia akan menentukan tiga pemenang berdasarkan berat ikan. Jika terjadi hasil yang sama, pengukuran panjang dari mulut hingga ujung ekor akan digunakan sebagai kriteria penentu.
- Hadiah yang akan diberikan meliputi uang tunai, piagam, dan trophy.
- Juara pertama akan dilelang, dan hasil lelang akan digunakan untuk bakti sosial selama bulan puasa.
Tujuan dan Makna Acara
Menurut Ketua PWI Lamongan, Kadam Mustoko, acara ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan antusiasme mereka terhadap budaya lokal. “Even perdana, Kolela mampu menyedot antusias masyarakat luas, bukan hanya yang ingin berpartisipasi menjadi peserta melainkan juga yang penasaran ingin menonton,” katanya.
Selain itu, acara ini juga memiliki makna sosial yang mendalam. Uang hasil lelang dari ikan lele pemenang akan dialokasikan untuk kegiatan bakti sosial. Hal ini sejalan dengan semangat bulan suci Ramadan yang menekankan pentingnya kepedulian terhadap sesama.
Agenda Lengkap dan Aktivitas Pendukung
Sebelum Kolela digelar, masyarakat akan diberi kesempatan untuk menikmati berbagai acara pendukung. Salah satunya adalah Ramadan Fasion Parede yang akan berlangsung selama tiga hari. Acara ini menampilkan model-model lokal yang memadukan tradisi dan modernitas dalam busana.
Pada hari keempat, yaitu Sabtu, 7 Maret 2026, akan digelar festival patrol yang menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Festival ini menjadi ajang pembuka sebelum Kolela berlangsung.
Kontes Lele Lamongan 2026 tidak hanya sekadar ajang kompetisi ikan, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya dan kebersamaan masyarakat. Dengan menggabungkan unsur tradisi, hiburan, dan kepedulian sosial, acara ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga identitas lokal dalam era modern. Dengan struktur yang jelas dan tujuan yang mulia, Kolela bisa menjadi contoh sukses dalam penyelenggaraan acara budaya di Indonesia.***








