Perubahan Jadwal Kapal di Pelabuhan Padangbai Belum Terealisasi

PARLEMENTARIA.ID – Pengelolaan jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal di Pelabuhan Padangbai masih menjadi isu yang belum sepenuhnya terselesaikan. Hal ini terkait dengan adanya kapal baru yang akan dioperasikan dari pelabuhan tersebut menuju Nusa Penida, yaitu kapal Sindhu Tritama. Namun, hingga saat ini, penggunaan kapal tersebut belum dapat dilakukan karena belum mendapatkan izin operasional.

“Belum ada perbaikan jadwal keberangkatan kapal. Adanya kapal baru yang akan berlayar dari Pelabuhan Padangbai menuju Nusa Penida, tetapi belum ada izinnya. Masih dalam masa uji coba,” jelas Kepala BPTD Satuan Pelayanan Pelabuhan Padangbai I Ketut Sugiartono.

Kapal baru ini dinantikan oleh masyarakat sekitar, khususnya para penumpang dan pengusaha yang sering menggunakan transportasi laut dari wilayah Karangasem. Meski begitu, pihak BPTD mengatakan bahwa kapal hanya akan masuk dalam jadwal keberangkatan setelah mendapatkan izin resmi dan melalui proses pemeriksaan dokumen serta kelengkapan kapal.

Proses Pengajuan Izin dan Pemeriksaan Dokumen

Menurut Sugiartono, BPTD Satpel memiliki kewenangan untuk mengatur jadwal kapal secara teknis. Proses pengajuan izin berlayar melibatkan beberapa tahapan, termasuk pemeriksaan kondisi kapal apakah layak atau tidak. “Setelah mendapat izin, barulah kapal bisa masuk daftar jadwal keberangkatan dan kedatangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Padangbai I Ketut Muliana menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penambahan kapal baru. “Yang ada hanya kapal yang sedang dalam uji coba, namun belum ada izinnya,” jelasnya.

KSOP Pelabuhan Padangbai bertugas untuk memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran. Termasuk dalam tanggung jawab mereka adalah menerbitkan surat persetujuan berlayar, memeriksa dokumen kapal, serta memastikan bahwa kapal bersangkutan layak beroperasi.

Kondisi Lalu Lintas Kapal dan Cuaca

Saat ini, terdapat 19 kapal yang dioperasikan dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar dan Nusa Penida. Namun, dalam satu hari, hanya 13 kapal yang beroperasi, sementara sisanya dalam antrean.

Meskipun demikian, aktivitas bongkar muat dan keberangkatan kapal dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar berjalan normal. Cuaca di Selat Lombok bagian selatan pada hari Rabu kemarin cukup stabil, dengan gelombang mencapai 1,8 meter hingga 2,7 meter dan kecepatan angin 4–6 knot per jam.

Di sisi lain, cuaca di Selat Lombok bagian utara lebih landai, dengan langit berawan, tinggi gelombang 1,1 meter – 1,8 meter, dan kecepatan angin 7 – 11 knot per jam.

Impak terhadap Masyarakat dan Wisatawan

Perubahan jadwal kapal yang belum terealisasi berdampak langsung kepada masyarakat dan wisatawan yang sering menggunakan transportasi laut. Dengan jumlah kapal yang terbatas, antrean keberangkatan terkadang memakan waktu lama, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengguna jasa.

Namun, pihak BPTD dan KSOP tetap berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan keamanan dalam pelayaran. Mereka menegaskan bahwa semua prosedur harus dipatuhi agar kapal dapat beroperasi dengan aman dan sesuai regulasi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *