Persik Kediri Mengenang Tragedi Kanjuruhan Sebelum Laga Kontra Arema FC

DAERAH18 Dilihat

PARLEMENTARIA.ID – Sebelum laga penting melawan Arema FC, pemain dan pelatih Persik Kediri menggelar upacara doa bersama serta tabur bunga di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Aktivitas ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap korban tragedi yang terjadi beberapa tahun silam.

Pada Jumat (10/1/2026), setelah menjalani sesi latihan resmi, tim Persik Kediri melakukan ritual khusus di Gate 13 Stadion Kanjuruhan. Mereka meletakkan karangan bunga dan melakukan tabur bunga sebagai wujud simpati terhadap keluarga para korban. Hal ini menjadi momen yang penuh makna, mengingat lokasi tersebut adalah tempat kejadian peristiwa tragis yang menyebabkan banyak korban jiwa.

Upacara Doa Bersama untuk Mengenang Korban

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menyampaikan bahwa tragedi Kanjuruhan adalah peristiwa yang sangat menyedihkan. Ia berharap kejadian serupa tidak akan pernah terulang lagi dalam sejarah sepak bola dunia.

“Tragedi yang terjadi di sini merupakan sebuah kisah sedih,” ujarnya. “Kami juga berdoa agar hal semacam ini tidak pernah terjadi lagi dalam sepak bola, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.”

Doa bersama ini tidak hanya dilakukan oleh pemain dan pelatih, tetapi juga melibatkan seluruh anggota tim sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap para korban. Mereka menunjukkan rasa hormat dengan cara yang tulus dan penuh makna.

Tradisi Penghormatan dalam Sepak Bola

Tradisi seperti doa bersama dan tabur bunga bukanlah hal baru dalam dunia sepak bola. Namun, di tengah persaingan sengit antara klub-klub besar, upacara ini menjadi pengingat bahwa sepak bola juga memiliki sisi manusiawi dan emosional.

Persik Kediri memilih untuk menghormati sejarah dengan cara yang tulus, meskipun pertandingan melawan Arema FC akan menjadi laga yang sangat dinantikan oleh para penggemar. Ini menunjukkan bahwa para pemain dan pelatih tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada nilai-nilai yang lebih dalam.

Jadwal Pertandingan dan Harapan untuk Masa Depan

Laga antara Persik Kediri dan Arema FC akan digelar pada Minggu (11/1/2026) pukul 15.30 WIB di Stadion Kanjuruhan. Meski menjadi laga derby Jawa Timur, tim Persik Kediri tetap menjaga sikap profesional dan menghormati semua pihak.

Di samping itu, masyarakat dan suporter sepak bola di wilayah Jawa Timur juga menantikan bagaimana laga ini akan berjalan. Dengan adanya tradisi penghormatan terhadap korban tragedi, harapan besar ditumbuhkan bahwa sepak bola bisa menjadi ajang yang lebih aman dan harmonis.

Keberlanjutan Nilai-Nilai Sepak Bola

Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini menjadi contoh bagaimana olahraga dapat menjadi sarana untuk menyatukan dan belajar dari masa lalu. Dengan mengenang korban tragedi Kanjuruhan, Persik Kediri menunjukkan komitmennya untuk membangun lingkungan sepak bola yang lebih baik.

Mereka berharap kejadian tragis seperti ini tidak pernah terulang lagi, dan bahwa setiap laga sepak bola di masa depan akan dijalani dengan kesadaran akan tanggung jawab dan empati terhadap sesama.*** 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *