PARLEMENTARIA.ID – Michael Bambang Hartono, seorang tokoh bisnis ternama asal Indonesia, meninggal dunia pada usia 84 tahun. Kepergiannya menjadi duka bagi komunitas sepak bola Italia, terutama klub Como 1907 yang ia pimpin. Dikenal sebagai pemilik PT Djarum, Hartono memiliki pengaruh besar di berbagai bidang, termasuk olahraga. Meski awalnya tidak terlibat secara langsung dalam sepak bola, tindakannya mengubah nasib sebuah klub kecil menjadi pesaing serius di Serie A.
Investasi yang Mengubah Nasib Klub
Awal perjalanan Hartono di dunia sepak bola dimulai pada 2019 ketika ia dan saudaranya, Robert Budi Hartono, membeli klub Como 1907 yang sedang menghadapi krisis finansial. Pada saat itu, rencana mereka hanya untuk membuat dokumenter televisi, namun melihat potensi bisnis di sektor olahraga, mereka memutuskan untuk terjun lebih jauh. Sejak saat itu, Como 1907 mengalami transformasi signifikan, baik dari segi prestasi maupun infrastruktur.
Presiden Como, Mirwan Suwarso, pernah menyatakan bahwa pembelian klub ini awalnya hanya untuk proyek produksi film. Namun, dengan investasi besar di bursa transfer, klub akhirnya mampu naik kasta ke Serie A pada 2024 setelah menunggu selama 21 tahun. Kini, Como 1907 menjadi salah satu tim yang bersaing di papan atas Liga Italia, bahkan memperebutkan tiket Liga Champions bersama klub-klub besar seperti Roma dan Juventus.
Duka di Seluruh Liga Italia
Kepergian Michael Bambang Hartono tidak hanya menyentuh keluarga dan klub Como 1907, tetapi juga seluruh komunitas sepak bola Italia. Berbagai klub Serie A memberikan ucapan belasungkawa dan penghormatan atas jasa-jasa yang telah diberikan oleh mantan pemilik klub tersebut. Atalanta, Bologna, dan klub lainnya turut menyampaikan rasa duka mereka, mengakui kontribusi Hartono dalam memajukan sepak bola Italia.
Pernyataan resmi dari Como 1907 menyebutkan bahwa di bawah kepemimpinan keluarga Hartono, klub memasuki babak baru dalam sejarahnya. Mereka mengenang Michael Bambang Hartono dengan penuh rasa terima kasih dan hormat. Bahkan, para penggemar dan pemain klub pun merasa kehilangan sosok yang memberikan semangat dan dukungan luar biasa.
Warisan yang Tidak Akan Pernah Hilang
Meskipun kini ia telah pergi, warisan Michael Bambang Hartono akan terus hidup dalam sejarah sepak bola Italia. Dari investasi besar di bursa transfer hingga upaya membangun stadion baru, semua langkahnya membuktikan komitmennya terhadap pengembangan klub. Selain itu, Hartono juga dikenal sebagai atlet bridge yang pernah meraih medali emas Olimpiade dan perunggu Asian Games, menunjukkan dedikasinya dalam berbagai bidang.
Keluarga Hartono dikenal sebagai keluarga terkaya di Indonesia, dengan kekayaan mencapai 48 miliar euro. Meskipun demikian, Hartono tetap menjaga sederhana dan fokus pada hal-hal yang ia cintai, seperti olahraga dan keluarga.
Michael Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura pada Kamis (19/3/2026). Kepergiannya menjadi duka bagi banyak pihak, terutama di dunia sepak bola. Namun, jejak dan warisan yang ditinggalkannya akan terus dikenang. Dari Como 1907 hingga seluruh Liga Italia, ia meninggalkan kesan mendalam dalam sejarah olahraga.

>






