PARLEMENTARIA.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai ratusan ribu penerima manfaat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang tahun 2025. Data yang dirilis oleh Kantor Pelayanan Program Gizi (KPPG) Pekanbaru menunjukkan bahwa sebanyak 474.708 orang telah menerima manfaat dari program ini. Angka ini menjadi indikator penting dalam upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan makanan bergizi bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Jumlah Dapur Pemenuhan Gizi yang Beroperasi
Hingga akhir tahun 2025, tercatat sebanyak 172 dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) telah beroperasi secara penuh di seluruh wilayah Kepri. Dapur-dapur ini menjadi pusat distribusi makanan bergizi yang diperuntukkan bagi masyarakat. Namun, jumlah ini masih jauh dari target yang ditetapkan, yaitu 305 dapur yang direncanakan untuk beroperasi di kabupaten dan kota di Kepri.
Kepala KPPG Pekanbaru, Syartiwidya, menjelaskan bahwa realisasi penerima manfaat MBG saat ini mencapai 78 persen dari potensi sasaran yang ditetapkan. Meskipun angka ini menunjukkan progres yang cukup signifikan, masih ada ruang untuk peningkatan lebih lanjut. “Masih ada 133 dapur yang belum beroperasi. Oleh karena itu, percepatan aktivasi dapur-dapur itu menjadi prioritas utama pada periode selanjutnya,” ujar Syartiwidya.
Sasaran Utama Program MBG
Berdasarkan data KPPG, potensi sasaran utama program MBG di Kepri terdiri atas beberapa kelompok. Di antaranya adalah 429.970 siswa, 32.374 balita, 3.107 ibu hamil, dan 6.984 ibu menyusui. Program ini dirancang untuk memberikan akses makanan bergizi yang layak bagi kelompok-kelompok tersebut, terutama di daerah-daerah yang kurang memiliki akses terhadap makanan bernutrisi.
Menurut Syartiwidya, keberadaan SPPG sangat penting dalam memastikan bahwa semua kelompok prioritas dapat merasakan dampak positif dari program ini. “Fokus utamanya adalah mengoptimalkan infrastruktur dapur SPPG agar seluruh siswa dan kelompok prioritas dapat merasakan dampak positif dari program ini secara menyeluruh,” tambahnya.
Tantangan dan Strategi Percepatan
Meski capaian MBG di Kepri menunjukkan perkembangan yang baik, masih ada tantangan yang perlu diatasi. Salah satu tantangan utama adalah keterlambatan dalam operasionalisasi beberapa dapur SPPG. Untuk mengatasi hal ini, KPPG akan fokus pada strategi percepatan, terutama dalam memperluas jangkauan layanan di wilayah yang belum terlayani secara optimal.
Selain itu, data capaian per 31 Desember 2025 akan menjadi dasar dalam penyusunan strategi program pada tahun berikutnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa program MBG dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Peran SPPG dalam Pembangunan Kesehatan
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan komponen kunci dalam pelaksanaan program MBG. Selain sebagai tempat distribusi makanan, SPPG juga menjadi pusat edukasi tentang gizi dan kesehatan. Dengan adanya SPPG, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pola makan yang seimbang dan bergizi.
Seiring dengan pertumbuhan jumlah SPPG yang beroperasi, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan dan gizi. KPPG akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memastikan bahwa setiap dapur SPPG berjalan dengan efektif dan efisien. ***







