PARLEMENTARIA.ID – Penerimaan murid baru (SPMB) di Bojonegoro sedang memasuki tahap sosialisasi. Sejumlah madrasah aliyah negeri (MAN) telah memulai proses ini, sementara sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pihak terkait.
MAN di Bojonegoro Mulai Lakukan Sosialisasi SPMB
Sejumlah MAN di Bojonegoro telah menginisiasi sosialisasi sistem penerimaan murid baru. Hal ini dilakukan setelah juknis SPMB untuk lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag) telah diterbitkan sejak awal Januari 2026.
Menurut Kepala MAN 4 Bojonegoro, Khamid, saat ini pendaftaran belum dibuka. Ia menjelaskan bahwa pendaftaran akan dimulai pada bulan depan sesuai dengan juknis yang berlaku. “Saat ini siswa kelas 12 MTs sederajat belum memiliki surat keterangan lulus,” ujarnya.
Selain itu, MAN masih dalam tahap sosialisasi ke sekolah dan madrasah. Jika ada calon siswa yang ingin melanjutkan studi ke MAN, mereka akan dicatat terlebih dahulu. Ketika pendaftaran dibuka, penginputan data akan dilakukan sesuai urutan calon siswa yang sudah mengonfirmasi sebelumnya.
Khamid juga menyampaikan bahwa pendaftaran SPMB akan dibuka dalam tiga jalur, yaitu prestasi, afirmasi, dan reguler, yang direncanakan akan dimulai pada Maret mendatang.
Persiapan untuk Jalur Prestasi dan Undangan
Kepala MAN 2 Bojonegoro, Abdur Rozaq, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih fokus pada sosialisasi ke sekolah dan madrasah. Selain itu, pihak MAN juga sedang melakukan pendataan untuk jalur undangan atau prestasi.
Ia menambahkan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar calon siswa dan orang tua dapat memahami prosedur pendaftaran serta persyaratan yang diperlukan.
SMA dan SMK Masih Menunggu Juknis dari Dinas Pendidikan
Berbeda dengan MAN, pendaftaran SPMB untuk SMA dan SMK di Bojonegoro belum dimulai. Hal ini disebabkan oleh belum terbitnya juknis dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban, Hidayat Rahman, mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu informasi resmi terkait SPMB tahun ini. Menurutnya, juknis tersebut masih dalam proses pengajuan pagu atau daya tampung ke Disdik Jatim.
Rahman menjelaskan bahwa beberapa sekolah di Bojonegoro telah mengajukan penambahan pagu. Namun, secara umum, kuota siswa baru masih sesuai dengan tahun sebelumnya. “Masih menunggu verifikasi dari provinsi,” tambahnya.
Tantangan dalam Pengelolaan Kuota Siswa Baru
Selain masalah juknis, pengelolaan kuota siswa baru juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa sekolah mengeluhkan keterbatasan ruangan kelas, sehingga membuat kuota siswa baru tidak jelas.
Namun, beberapa lembaga pendidikan seperti SMKN 1 Bojonegoro telah mempersiapkan diri dengan memberikan bekal kepada siswa yang mendaftar melalui jalur prestasi dan program BMW (Bursa Kerja Mahasiswa).
Proses penerimaan murid baru di Bojonegoro terus berjalan, meskipun dengan berbagai tantangan. MAN telah memulai sosialisasi, sementara SMA dan SMK masih menunggu juknis dari pihak terkait. Meski begitu, pihak sekolah dan madrasah tetap berupaya agar proses pendaftaran berjalan lancar dan transparan.***










