PARLEMENTARIA.ID – Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur telah mengumumkan bahwa kapal cepat Express Bahari rute Banyuwangi-Denpasar akan kembali beroperasi setelah sempat terganggu akibat cuaca ekstrem. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dishub Jatim, Nyono, yang menyatakan bahwa operasional kapal akan dilanjutkan setelah kondisi cuaca membaik.
“Kami menerima arahan dari BMKG bahwa gelombang tinggi masih terjadi hingga tanggal 29 Januari. Oleh karena itu, kami menunggu kondisi cuaca yang lebih baik sebelum melanjutkan operasional,” ujar Nyono saat dikonfirmasi.
Rencana Operasional Tahun 2026
Setelah melalui proses perawatan dan pemeliharaan di akhir tahun 2025, kapal cepat ini kini siap beroperasi dengan jadwal yang lebih terstruktur. Berdasarkan informasi terbaru, kapal akan beroperasi pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Keberangkatan dari Pelabuhan Boom Marina Banyuwangi akan dilakukan pukul 10.00 WIB, sedangkan dari Pelabuhan Serangan Denpasar dimulai pukul 15.00 WITA.
“Perjalanan dari Banyuwangi ke Denpasar atau sebaliknya hanya memakan waktu sekitar 3 jam,” tambah Nyono.
Integrasi Layanan Kereta Api dan Transportasi Laut
Salah satu inisiatif utama yang dicanangkan adalah integrasi layanan antara kereta api dan kapal cepat. Tujuan dari rencana ini adalah untuk meningkatkan jumlah penumpang serta memperkuat sektor pariwisata. Nyono menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan PT KAI untuk menyiapkan trayek Surabaya-Denpasar.
“Penumpang dari Surabaya akan menggunakan kereta api menuju Stasiun Banyuwangi. Dari sana, mereka akan diangkut dengan shuttle ke pelabuhan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kapal cepat ke Denpasar,” jelasnya.
Strategi Pengembangan Pariwisata
Selain integrasi transportasi, Pemprov Jatim juga merancang skema pengembangan pariwisata dengan memasukkan Pelabuhan Boom Banyuwangi sebagai bagian dari rute DAMRI Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Wisatawan dari Bali yang tiba di Banyuwangi dapat langsung melanjutkan perjalanan ke kawasan Ijen untuk melihat fenomena Blue Fire yang terkenal secara internasional.
“Kita akan mengintegrasikan angkutan pemandu moda dari Boom Banyuwangi ke Ijen. Ini bertujuan agar wisatawan dari Bali bisa melihat Blue Fire di Ijen, termasuk lewat jalur Bondowoso,” ujarnya.
Harga Tiket dan Potensi Penurunan
Saat ini, harga tiket kapal cepat Banyuwangi-Denpasar ditetapkan sebesar Rp 225.000. Namun, pihak Dishub Jatim berharap harga tersebut dapat ditekan lebih murah jika integrasi dengan kereta api Surabaya-Banyuwangi telah terealisasi.
“Tiketnya sekarang Rp 225 ribu. Harapan kita, kalau nanti sudah terintegrasi dengan PT KAI dari Surabaya sampai Denpasar, bisa lebih murah,” kata Nyono.
Dampak Ekonomi yang Luas
Integrasi transportasi dan pariwisata ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas, tidak hanya bagi Banyuwangi tetapi juga daerah sekitar seperti Bondowoso. Arus wisatawan diharapkan tidak lagi terpusat di Bali, melainkan menyebar ke wilayah tapal kuda Jawa Timur.








