Pemkot Surabaya Siapkan Strategi Cepat Tangani Ancaman Cuaca Ekstrem

Pemkot Surabaya Siapkan Strategi Cepat Tangani Ancaman Cuaca Ekstrem

PARLEMENTARIA.ID – Pemerintah Kota Surabaya telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi hingga pertengahan Maret 2026. Salah satu fokus utama adalah penanganan pohon tumbang yang bisa membahayakan keselamatan masyarakat dan mengganggu kelancaran lalu lintas.

Pembagian Tim dalam Tujuh Rayon Taman

Dalam upaya mempercepat respons darurat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Surabaya membagi timnya menjadi tujuh rayon taman. Pembagian ini bertujuan agar setiap area dapat ditangani secara efisien, terutama saat terjadi kejadian darurat seperti pohon tumbang atau genangan air.

Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa pembagian ini merupakan strategi penting untuk memastikan penanganan cepat dan efektif. “Tujuan dari pembagian ini adalah agar setiap tim dapat menangani masalah dengan lebih tepat dan cepat, baik itu pemotongan pohon maupun pembersihan saluran air,” ujarnya.

Penanganan Darurat di Wilayah Terdampak

Beberapa wilayah di Surabaya, khususnya Surabaya Pusat dan Timur, dilaporkan mengalami dampak kuat dari hujan lebat disertai angin kencang. Beberapa pohon besar jenis Trembesi dilaporkan tumbang di kawasan Jalan Diponegoro hingga Jalan Tambaksari, yang sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Meski ada beberapa laporan kendaraan roda empat yang tertimpa pohon, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dedik memastikan bahwa semua pemilik mobil selamat dan telah dibantu oleh BPBD serta DPKP dalam proses evakuasi.

Langkah Preventif dan Perantingan Berkala

Untuk mencegah terjadinya pohon tumbang, DLH Surabaya rutin melakukan perantingan pohon secara berkala. Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban pohon agar tidak mudah roboh saat diterjang angin kencang. Bahkan, pada akhir pekan lalu, DLH melakukan perantingan besar di kawasan Injoko dengan bantuan pihak Kepolisian untuk pengaturan lalu lintas.

“Perantingan kami lakukan rutin, baik di jalan protokol maupun berdasarkan laporan warga. Namun, saat hujan sudah turun, fokus kami beralih pada antisipasi bencana dan pembersihan hasil tumbangan agar tidak mengganggu akses jalan,” jelas Dedik.

Imbauan untuk Warga Surabaya

Menyikapi prediksi cuaca ekstrem pada tanggal 1 sampai 10 Maret 2026, Dedik mengimbau warga Surabaya untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di tengah hujan lebat. “Warga diminta tidak berlindung di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang. Masyarakat dapat bersurat atau melapor ke DLH jika melihat pohon yang tampak rapuh atau condong,” terangnya.

Prioritas Pemotongan Pohon di Area Berisiko

Selain itu, DLH akan memprioritaskan pohon di tepi jalan utama yang dapat dijangkau oleh mobil Skywalker demi keamanan petugas dan efisiensi waktu. “Kami mohon masyarakat tetap waspada. Jika melihat ada pohon yang sekiranya membahayakan, segera laporkan agar tim kami bisa segera melakukan pengecekan dan tindakan pemotongan jika diperlukan,” pungkas Dedik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *