Pemkab Lamongan Percepat Penanganan Banjir dengan Optimalkan Penggunaan Pompa Air

DAERAH32 Dilihat

PARLEMENTARIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus mempercepat penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah akibat meluapnya air dari Sungai Bengawan Jero. Upaya ini dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan pompa air hingga 14 jam sehari, guna mempercepat pembuangan air melalui Pintu Air Kuro dan sejumlah bendung lainnya.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk mempercepat penurunan ketinggian air di daerah terdampak. “Upaya yang kami lakukan saat ini mempercepat penurunan tinggi air dengan menambah kapasitas dan durasi pompa,” katanya.

Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah menjadi salah satu wilayah paling parah terkena genangan air karena kondisi geografis yang rendah dan merupakan cekungan. Dengan kondisi tersebut, genangan air membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk surut. Untuk memastikan aktivitas pendidikan tetap berjalan, Pemkab Lamongan juga menyiapkan perahu karet sebagai sarana transportasi bagi anak-anak sekolah di wilayah terdampak banjir.

“Mulai hari ini perahu karet disiapkan untuk membantu akses anak-anak sekolah agar tetap dapat bersekolah dengan baik, dan fasilitas ini akan kita lanjutkan,” tambah Bupati.

Selain itu, pemerintah daerah setempat terus menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, tambahan gizi, lauk pauk, selimut, paket kebersihan, perlengkapan anak, paket lansia, perlengkapan makan, sandang pria dan wanita, serta perlengkapan sekolah ke lima desa terdampak, yakni Bojoasri, Pomahanjangan, Sukorejo, Waruk, dan Karanganom.

Operasional Pompa Air di Wilayah Lamongan

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan Erwin Sulistya Pambudi menambahkan bahwa pompa air yang berada di bawah kewenangan kabupaten dioperasikan mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB. Sedangkan pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur beroperasi pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

Rekonstruksi Pintu Air Kuro pada tahun sebelumnya telah meningkatkan kapasitas pompa air hingga 10.000 liter per detik. Peningkatan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan total pompa sebesar 20.000 liter per detik untuk pengendalian banjir di kawasan Bengawan Jero. Dari kebutuhan total itu, dibagi masing-masing 10.000 liter per detik di Pintu Air Kuro dan Pintu Air Melik, serta didukung pompa tambahan tipe submersible axial pump dan genset guna menjaga operasional saat debit air tinggi.

Strategi Jangka Panjang dalam Pengendalian Banjir

Pemkab Lamongan juga terus berupaya memperkuat infrastruktur pengendalian banjir. Salah satunya adalah percepatan normalisasi kanal Sungai Bengawan Jero. Langkah ini bertujuan untuk mencegah banjir berulang dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di wilayah tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen untuk menyelesaikan proyek jalan daerah seperti Preservasi Jalan Made–Plembon Lamongan. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Dampak Banjir pada Masyarakat

Banjir yang terjadi di Lamongan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi dan kesehatan. Sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah mereka sementara waktu, sementara anak-anak harus menggunakan perahu karet untuk mencapai sekolah.

Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Lamongan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat, untuk menyediakan bantuan darurat. Bantuan tersebut mencakup makanan, perlengkapan kebersihan, dan alat-alat pendukung lainnya.

Peran Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana

Masyarakat juga turut berpartisipasi dalam upaya penanggulangan banjir. Beberapa warga terlibat dalam pembersihan saluran air dan pengawasan kondisi banjir. Selain itu, beberapa kelompok masyarakat juga aktif dalam memberikan bantuan kepada korban banjir.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *