PARLEMENTARIA.ID – Pemerintah Singapura berhasil mengumpulkan pendapatan yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan melalui premi kuota kendaraan dan pajak mobil. Angka ini menunjukkan bahwa biaya berkendara di negara tersebut mencapai rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam laporan terbaru, premi kuota kendaraan bermotor menghasilkan sebesar SGD 8,66 miliar (setara USD 6,9 miliar) pada tahun yang berakhir Maret 2026. Angka ini meningkat sekitar 31 persen dibandingkan perkiraan awal pemerintah setahun sebelumnya. Jika digabungkan dengan pajak kendaraan bermotor, total pendapatan mencapai SGD 11,05 miliar. Angka ini bahkan melebihi Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan Fiji, yang hanya sebesar USD 5,9 miliar menurut data resmi IMF pada 2024.
Sistem pengaturan kendaraan di Singapura sangat unik. Setiap kendaraan harus memiliki Sertifikat Hak Kepemilikan (COE) sebagai bagian dari proses lelang. COE ini memberikan izin untuk mengendarai kendaraan selama maksimal 10 tahun. Harga COE untuk mobil penumpang paling dasar saat ini dimulai dari SGD 106.320. Bahkan, harga mobil Toyota Camry baru saja mencapai SGD 266.888, yang lebih mahal daripada harga Porsche 911 di Miami, Florida.
Angka pendapatan ini menandai keempat kalinya dalam enam tahun terakhir bahwa pungutan khusus kendaraan di Singapura menghasilkan lebih banyak uang daripada yang diproyeksikan. Hal ini membantu mendorong Singapura menuju surplus anggaran, bersamaan dengan peningkatan pendapatan pajak penghasilan perusahaan.
Beberapa faktor yang memengaruhi peningkatan pendapatan ini antara lain permintaan yang tinggi terhadap COE dan kebijakan pemerintah yang ketat dalam mengatur jumlah kendaraan di jalan raya. Pemerintah juga memproyeksikan bahwa pendapatan dari premi kuota kendaraan dan pajak kendaraan bermotor akan meningkat menjadi SGD 12,22 miliar pada tahun yang berakhir Maret 2027. Proyeksi ini didasarkan pada harapan adanya peningkatan kuota COE.
Berikut adalah beberapa hal penting terkait sistem pengaturan kendaraan di Singapura:
-
Sistem COE
Setiap kendaraan diwajibkan memiliki Sertifikat Hak Kepemilikan (COE) yang diperoleh melalui lelang. COE memberikan izin untuk mengendarai kendaraan selama 10 tahun. Harga COE tergantung pada jenis kendaraan dan permintaan pasar. -
Biaya Tinggi untuk Kendaraan
Harga COE untuk mobil penumpang paling dasar sudah mencapai SGD 106.320. Mobil seperti Toyota Camry baru harganya mencapai SGD 266.888, yang lebih mahal daripada harga Porsche 911 di Miami, Florida. -
Kenaikan Pendapatan
Dalam enam tahun terakhir, pendapatan dari pungutan kendaraan di Singapura terus meningkat. Ini menjadi salah satu sumber utama pendapatan pemerintah dan membantu menciptakan surplus anggaran. -
Prospek Masa Depan
Pemerintah memperkirakan bahwa pendapatan dari premi kuota kendaraan dan pajak kendaraan bermotor akan terus meningkat. Proyeksi untuk tahun berikutnya mencapai SGD 12,22 miliar, terutama karena peningkatan kuota COE.
Dengan sistem yang ketat dan biaya yang tinggi, Singapura berhasil menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi kemacetan. Namun, hal ini juga membuat biaya berkendara di negara tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.









