PARLEMENTARIA.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa di Kabupaten Demak kembali aktif setelah sempat dihentikan sementara pada awal tahun 2026. Pemulihan layanan ini akan dimulai pada Kamis, 8 Januari 2026, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pusat. Sebelumnya, aktivitas distribusi MBG dihentikan untuk masa persiapan selama tiga hari, yaitu tanggal 2 hingga 7 Januari 2026.
Persiapan Menjelang Peluncuran Ulang MBG
Selama periode persiapan, berbagai aspek penting telah dipersiapkan secara menyeluruh. Hal ini mencakup kesiapan dapur pengolahan makanan, distribusi logistik, serta penguatan standar keamanan pangan. Selain itu, tenaga kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG juga dilibatkan dalam proses persiapan ini. Koordinator SPPG wilayah Demak, Muzani Ali, menjelaskan bahwa persiapan tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran dan kualitas layanan saat program kembali berjalan.
“Mengacu surat dari BGN pusat, awal tahun 2026, akan didistribusikan MBG mulai hari Kamis, 8 Januari 2026,” ujar Muzani saat dikonfirmasi. Ia menambahkan bahwa menu MBG akan kembali seperti biasanya, yakni berupa makanan basah yang terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayuran, dan buah.
Pengaturan Distribusi Selama Libur Sekolah
Sebelumnya, program MBG tetap berjalan meskipun libur sekolah. Dalam kondisi ini, distribusi dilakukan dengan mekanisme khusus, yaitu setiap hari Senin dan Kamis. Setiap pembagian terdiri dari satu menu basah (nasi) dan dua menu kering (snack) yang diperuntukkan untuk konsumsi selama tiga hari. Informasi terkait jadwal dan teknis distribusi disampaikan melalui grup komunikasi masing-masing PIC MBG sekolah.
Dengan adanya penyesuaian jadwal, para siswa tetap dapat mengakses layanan makan bergizi tanpa terganggu oleh libur sekolah. Ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kesehatan dan kesejahteraan siswa.
Peran SPPG dalam Memastikan Kelancaran Program
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berperan penting dalam menjalankan program MBG. Selain melakukan persiapan fisik dan sumber daya manusia, SPPG juga bertanggung jawab atas pengawasan kualitas makanan dan distribusi yang merata. Dengan keterlibatan SPPG, diharapkan semua siswa mendapatkan akses yang sama terhadap makanan bergizi.
Dampak Program MBG Terhadap Kesehatan Siswa
Program MBG tidak hanya memberikan manfaat nutrisi bagi siswa, tetapi juga membantu meningkatkan konsentrasi dan produktivitas belajar. Dengan asupan gizi yang cukup, siswa lebih siap menghadapi tantangan akademik dan aktivitas sehari-hari. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi angka kekurangan gizi di kalangan anak-anak.
Tantangan dan Solusi dalam Implementasi MBG
Meski memiliki banyak manfaat, pelaksanaan MBG juga menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan anggaran, ketersediaan bahan baku, dan koordinasi antar lembaga. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, SPPG, dan sekolah-sekolah. Dengan perencanaan yang matang dan komunikasi yang baik, diharapkan program MBG dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Pemulihan program MBG di Kabupaten Demak pada 8 Januari 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan siswa. Dengan persiapan yang matang dan pengelolaan yang baik, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi generasi muda. Selain itu, keberlanjutan program MBG juga menjadi indikator keberhasilan kebijakan pangan nasional di tingkat daerah. ***











