Kondisi Sekolah yang Memprihatinkan, Siswa Harus Belajar di Teras Rumah Warga

DAERAH41 Dilihat

PARLEMENTARIA.ID – Kondisi sekolah SDN Tlagah 2 di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, memicu kekhawatiran terhadap kualitas pendidikan yang diterima oleh ratusan siswanya. Akibat kerusakan pada bangunan, sebagian besar siswa harus belajar di luar ruangan, seperti di teras rumah warga atau bahkan di lantai rumah. Hal ini terjadi setelah beberapa ruang kelas rusak akibat angin dan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Kerusakan Bangunan yang Mengancam Keamanan Siswa

Kepala Sekolah SDN Tlagah 2, Fatmawati, menjelaskan bahwa kondisi bangunan sekolah sudah sangat memprihatinkan. Dalam beberapa waktu terakhir, atap kelas 4 dan kelas 6 mengalami kerusakan berat, bahkan plafon kelas 6 runtuh dan atap kelas 4 jebol. Kondisi ini membuat pihak sekolah memutuskan untuk memindahkan siswa kelas 4, 5, dan 6 ke luar ruangan agar tetap bisa melanjutkan proses belajar mengajar.

“Kemarin plafon kelas 6 runtuh dan hari ini atap kelas 4 jebol,” ujar Fatmawati. “Kami khawatir kerusakan akan semakin parah jika tidak segera ditangani.”

Pemindahan Siswa ke Tempat Alternatif

Untuk menghindari risiko kerusakan yang lebih besar, pihak sekolah memutuskan memindahkan siswa ke tempat yang lebih aman. Siswa kelas 6 ditempatkan di teras rumah kepala sekolah, sedangkan siswa kelas 4 dan 5 belajar di teras rumah warga sekitar. Meski situasi ini menimbulkan kesulitan, para siswa tetap bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.

Fatmawati menjelaskan bahwa total jumlah siswa di tiga kelas tersebut mencapai 110 orang. Dengan jumlah siswa yang cukup banyak, penggunaan ruang teras menjadi solusi sementara untuk memastikan proses belajar tetap berjalan.

Masalah Struktural yang Sudah Lama Terabaikan

Selain kerusakan akibat cuaca buruk, Fatmawati menyampaikan bahwa kondisi bangunan sekolah sudah tidak layak sejak lama. Ia mengaku tidak ingat kapan terakhir kali sekolah ini diperbaiki. Bahkan, ruangan guru juga ambruk akibat kerusakan struktural yang tidak diperhatikan selama bertahun-tahun.

“Kami sudah lama mengajukan permohonan perbaikan, tetapi sampai saat ini belum ada tindakan nyata,” ujar dia. “Sekolah ini butuh rehabilitasi total agar bisa digunakan secara aman oleh siswa dan guru.”

Respons dari Pihak Dinas Pendidikan

Menanggapi masalah ini, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, mengatakan pihaknya akan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi sekolah. Ia berjanji akan segera mengambil langkah perbaikan, termasuk rencana rehab bangunan.

“Insha Allah akan dapat rehab. Nanti kami akan tinjau ke sana langsung,” ujar Ali Yusri.

Kondisi Siswa yang Tetap Semangat

Meskipun situasi yang dihadapi sangat mengganggu, para siswa tetap menunjukkan semangat belajar. Mereka tidak mengeluh meskipun harus belajar di bawah terik matahari atau di lantai rumah warga. Para guru juga berusaha memberikan pembelajaran dengan segala keterbatasan yang ada.

“Saya harap secepatnya ada solusi dari pemerintah agar siswa bisa belajar dalam kondisi yang lebih baik,” ujar salah satu guru di sekolah tersebut.

Upaya untuk Menyediakan Ruang Belajar yang Aman

Dalam beberapa waktu terakhir, pihak sekolah dan masyarakat sekitar terus berupaya mencari solusi sementara. Salah satunya adalah memanfaatkan ruang teras rumah warga sebagai tempat belajar. Meski bukan ideal, hal ini menjadi alternatif yang bisa diterima sementara.

Para siswa dan guru berharap, dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, SDN Tlagah 2 dapat segera mendapatkan perbaikan permanen. Dengan begitu, proses belajar mengajar bisa kembali berjalan dengan lancar dan aman. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *