PARLEMENTARIA.ID – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mengambil langkah tegas untuk memastikan kelancaran distribusi LPG 3 kg menjelang bulan Ramadan. Upaya ini dilakukan guna mencegah terjadinya penimbunan dan permainan harga yang bisa mengganggu ketersediaan gas subsidi bagi masyarakat.
Pengawasan diperketat oleh komisi tersebut, dengan fokus pada pengendalian stok agar tidak terjadi kelangkaan di tingkat pangkalan maupun pengecer. Langkah ini bertujuan agar masyarakat tetap nyaman dalam menjalankan ibadah puasa tanpa menghadapi kendala pasokan gas.
Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) digelar oleh Komisi II DPRD Balikpapan bersama instansi terkait di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Rapat ini menjadi wadah untuk membahas berbagai isu terkait distribusi LPG 3 kg. Wakil Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Siswanto Budi Utomo, memimpin langsung jalannya rapat tersebut.
Siswanto menegaskan bahwa pertemuan ini dilakukan sebagai upaya antisipatif untuk menjaga stabilitas stok dan kelancaran distribusi LPG 3 kg. Salah satu poin utama pembahasan adalah evaluasi ketersediaan stok guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat selama bulan suci.
Selain itu, DPRD Balikpapan juga menekankan pentingnya pengawasan agar penyaluran LPG subsidi tepat sasaran. “Kami memastikan distribusi tepat sasaran agar tidak terjadi kelangkaan atau permainan harga di tingkat pangkalan atau pengecer,” ujar Siswanto.
Komisi II DPRD Balikpapan juga mendorong penguatan koordinasi antara legislatif, Pemerintah Kota Balikpapan, serta pihak penyedia seperti Pertamina dan agen. Sinergi ini dinilai penting agar respons cepat dapat dilakukan apabila muncul kendala di lapangan.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan gas subsidi ini saat menjalankan ibadah puasa nanti. Pengawasan akan terus kami perketat,” tambah Siswanto.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Komisi II DPRD Balikpapan
-
Meningkatkan pengawasan distribusi LPG 3 kg
Komisi II DPRD Balikpapan melakukan pengawasan lebih ketat untuk memastikan bahwa LPG 3 kg tersedia secara merata dan tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu. -
Evaluasi ketersediaan stok
Dalam RDPU, komisi melakukan evaluasi terhadap ketersediaan stok LPG 3 kg untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri. -
Memastikan distribusi tepat sasaran
Upaya ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan LPG 3 kg sesuai kebutuhan, tanpa adanya penimbunan atau manipulasi harga di tingkat pangkalan atau pengecer. -
Mendorong koordinasi lintas instansi
Komisi II DPRD Balikpapan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Balikpapan, Pertamina, dan agen untuk memastikan distribusi yang efektif dan responsif terhadap kondisi di lapangan. -
Meningkatkan kesadaran masyarakat
Melalui pengawasan yang ketat, masyarakat diharapkan merasa aman dan nyaman dalam menjalani ibadah puasa tanpa khawatir terhadap kelangkaan LPG 3 kg.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski langkah-langkah yang diambil oleh Komisi II DPRD Balikpapan cukup baik, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Misalnya, perlu adanya pengawasan yang lebih intensif dari pihak berwenang agar tidak ada oknum yang mencoba mempermainkan harga LPG 3 kg.
Selain itu, diperlukan sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat tentang hak dan kewajiban mereka dalam menggunakan LPG 3 kg. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh praktik-praktik tidak sehat di pasar.
Harapan besar diarahkan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk terus memperkuat kerja sama dan memastikan bahwa distribusi LPG 3 kg tetap lancar dan adil. Dengan demikian, masyarakat akan merasa nyaman dan aman dalam menjalani ibadah puasa dan hari raya Idul Fitri.











