Komisi C DPRD Surabaya Kawal Program Perbaikan Rutilahu: Kebahagiaan bagi Warga Kota Pahlawan

Komisi C DPRD Surabaya Kawal Program Perbaikan Rutilahu: Kebahagiaan bagi Warga Kota Pahlawan

PARLEMENTARIA.ID – Program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang diberi nama Dandan Omah di Kota Surabaya kini menjadi fokus utama Komisi C DPRD Surabaya. Ketua Komisi C, Eri Irawan, menegaskan bahwa pihaknya terus mengawal realisasi program ini agar dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

Sejak awal tahun hingga 19 Juni 2025, sebanyak lebih dari 617 rutilahu telah dibedah dari target akhir tahun 2025 sebanyak 2.069 rumah. Angka ini terus bertambah setiap hari, dan diharapkan bisa tercapai sesuai rencana. Eri Irawan menjelaskan bahwa selama periode 2021 hingga 2024, Pemkot Surabaya telah membantu memperbaiki sekitar 7.500 rumah melalui berbagai skema seperti APBD, Baznas, dan CSR perusahaan.

Pendekatan Inovatif dalam Pembiayaan dan Pelaksanaan

DPRD Surabaya tidak hanya mengawasi secara teknis, tetapi juga terus berdiskusi dengan Pemkot Surabaya mengenai kendala-kendala yang muncul di lapangan. Eri Irawan menyatakan bahwa program ini bukan sekadar perbaikan fisik rumah, tetapi juga komitmen untuk memenuhi hak warga terhadap tempat tinggal yang layak. Hal ini juga menjadi bentuk keberpihakan pembangunan, di mana tidak ada satu pun warga yang ditinggalkan dalam kemajuan kota.

Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan komitmennya dengan memberikan inovasi dalam pelaksanaan program. Salah satunya adalah pengerjaan yang melibatkan warga setempat melalui konsep padat karya. Dengan melibatkan kelompok teknis perbaikan rumah (KTPR) di masing-masing kelurahan, program ini tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga memberdayakan ekonomi warga sekitar lokasi sasaran rutilahu.

Pemerataan Ekonomi Melalui Pembelian Bahan Bangunan

Selain itu, pembelian bahan bangunan dilakukan dengan melibatkan toko-toko kecil di sekitar lokasi rutilahu. Tidak boleh dipusatkan di satu toko besar, sehingga dampaknya bisa dirasakan secara merata oleh pelaku usaha kecil dan menengah. Ini juga membuat anggaran APBD dinikmati secara merata, bukan hanya oleh pelaku ekonomi besar.

Eri Irawan mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Ia menilai bahwa pendekatan ini tidak hanya efektif dalam memperbaiki rutilahu, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata kepada masyarakat.

Membangun Kepercayaan dan Partisipasi Masyarakat

Program ini juga menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan melibatkan warga dalam proses perbaikan, mereka merasa lebih terlibat dan memiliki rasa kepemilikan terhadap hasil yang dicapai. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam program ini juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan.

Eri Irawan menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa semua warga mendapatkan akses layak terhadap tempat tinggal. Dengan demikian, Surabaya tidak hanya menjadi kota yang maju secara infrastruktur, tetapi juga adil dan inklusif dalam pembangunan.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Di masa depan, program Dandan Omah diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam penanganan rutilahu di kota-kota lain. Dengan pendekatan yang terukur, transparan, dan melibatkan masyarakat, program ini bisa menjadi solusi berkelanjutan untuk masalah perumahan di kota-kota besar.

Eri Irawan berharap, dengan keseriusan dan komitmen yang sama, target 2.069 rumah yang akan dibedah pada tahun ini bisa tercapai. Dengan begitu, ribuan warga Surabaya akan mendapatkan kebahagiaan dan kenyamanan yang layak sebagai bagian dari masyarakat yang sejahtera.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *