Kinerja Sektor Jasa Keuangan Jawa Timur Tetap Kuat di Tengah Dinamika Ekonomi

 

PARLEMENTARIA.ID – Sektor jasa keuangan di Jawa Timur terbukti mampu mempertahankan kinerjanya hingga November 2025, meski menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Kondisi ini menjadi indikasi bahwa sektor ini masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Peran pentingnya terlihat dari stabilitas perbankan, industri keuangan nonbank (IKNB), pasar modal, serta upaya penguatan literasi dan inklusi keuangan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari, menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga. Ia menyebutkan bahwa aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Timur terus didukung oleh sektor ini. “Stabilitas sektor jasa keuangan Jawa Timur tetap terjaga dan terus mendukung aktivitas ekonomi daerah,” ujarnya dalam pernyataannya.

Inflasi Jawa Timur Masih Berada di Bawah Target Nasional

Meski terjadi peningkatan inflasi pada triwulan IV 2025, angka tersebut masih berada dalam kisaran target nasional sebesar 2,5 ± 1 persen (year on year/yoy). Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa inflasi November 2025 mencapai 2,63 persen (yoy), sedikit lebih tinggi dari capaian triwulan III 2025 yang sebesar 2,53 persen (yoy).

Peningkatan ini dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas hortikultura akibat curah hujan yang tinggi, serta naiknya harga komoditas peternakan karena meningkatnya biaya input dan permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Natal dan Tahun Baru. Namun, kebijakan stimulus pemerintah, termasuk subsidi pajak pertambahan nilai untuk angkutan udara, membantu menahan tekanan inflasi.

Inflasi Tahunan Jawa Timur Masih Terkendali

Inflasi Jawa Timur pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,93 persen secara tahunan (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen mencapai 110,25. Meskipun ada tekanan musiman secara bulanan, inflasi tahunan masih terkendali. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pengendalian inflasi telah efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Risiko Inflasi di Masa Depan dan Upaya Pengendalian

Risiko inflasi ke depan diperkirakan berasal dari beberapa sumber utama, seperti komoditas pangan strategis, emas perhiasan, serta transportasi yang dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas masyarakat. Untuk itu, pemerintah dan lembaga terkait akan terus memperkuat pengendalian inflasi melalui sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Jawa Timur dan koordinasi dengan TPID Pusat.

Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan. Kebijakan ini bertujuan untuk stabilisasi pasokan pangan, kelancaran distribusi, serta respons musiman berbasis kewilayahan. Tujuannya adalah menjaga inflasi tetap dalam target dan menekan disparitas antar daerah.

Langkah Strategis untuk Memastikan Stabilitas Ekonomi

Pemerintah dan OJK Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus memantau perkembangan ekonomi dan memperkuat kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat. Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, harapan besar diarahkan agar inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi bisa tercapai secara merata.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed