Keterbatasan Anggaran, Pemkab Malang Buka Peluang Investasi untuk Pengembangan Garam Tunnel

DAERAH24 Dilihat

PARLEMENTARIA.ID – Pemerintah Kabupaten Malang saat ini sedang mengambil langkah strategis dalam upaya pengembangan industri garam dengan metode tunnel. Ini dilakukan sebagai respons terhadap keterbatasan anggaran yang dialami pemerintah setempat. Dengan memperhatikan potensi ekonomi yang besar dari produk garam kualitas tinggi, Pemkab Malang membuka peluang bagi investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor ini.

Pengembangan Garam Tunnel di Wilayah Pantai Modangan

Pengembangan garam tunnel telah dimulai di kawasan Pantai Modangan, yang terletak di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo. Metode ini menawarkan keunggulan dalam hal kualitas dan daya saing produk garam. Berbeda dengan garam tambak yang biasanya diproduksi oleh masyarakat, garam tunnel memiliki kualitas yang lebih baik dan cocok untuk berbagai kebutuhan industri seperti pangan, minuman, hingga farmasi.

Biaya Investasi yang Terjangkau

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, menyampaikan bahwa biaya investasi untuk pengembangan garam tunnel tidak terlalu besar. Ia menjelaskan bahwa diperlukan anggaran sekitar Rp 600 juta agar proyek ini dapat beroperasi dan mulai memproduksi garam.

“Perhitungannya kemarin kurang lebih tidak sampai Rp 1 miliar, sekitar Rp 600 jutaan sudah bisa beroperasi dan sudah bisa produksi,” ujar Victor.

Potensi Ekonomi yang Tinggi

Dengan adanya investasi, Pemkab Malang berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Malang Selatan. Produk garam tunnel memiliki harga jual yang cukup tinggi, yaitu sekitar Rp 2.600 per kilogram. Namun, jika dilakukan hilirisasi atau pengolahan lanjutan, harga jual dapat meningkat hingga di atas Rp 5.000 per kilogram.

Victor menegaskan bahwa pengolahan garam menjadi berbagai produk bernilai tambah akan memberikan dampak positif pada perekonomian daerah. Produk-produk tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku industri, farmasi, maupun konsumsi.

Keterbatasan Anggaran dan Upaya Pemkab Malang

Salah satu alasan Pemkab Malang membuka peluang investasi adalah karena keterbatasan anggaran yang dialami. APBD Kabupaten Malang tidak cukup untuk pengembangan garam tunnel secara menyeluruh. Oleh karena itu, pihaknya berusaha mencari dukungan dari pihak swasta dan investor.

“Saat ini kami sedang berjuang. Salah satunya saat ada kunjungan tenaga ahli Menteri Pertanian, kami sampaikan supaya dicarikan investasi untuk pasca panennya,” tutur Victor.

Strategi Jangka Panjang

Pemkab Malang berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor garam tunnel. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan investor, diharapkan sektor ini dapat menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Selain itu, pengembangan ini juga bertujuan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *