PARLEMENTAIA.ID – Warga di wilayah Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, sedang mengalami kecemasan terkait rencana pembangunan Flyover yang masih belum menunjukkan kepastian. Hal ini membuat masyarakat setempat merasa resah dan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai besaran ganti rugi serta kapan penggusuran akan dilakukan.
Sejumlah warga yang terdampak oleh rencana pembangunan tersebut menyatakan bahwa mereka membutuhkan kejelasan agar dapat mempersiapkan diri untuk pindah tempat tinggal maupun menjalankan usaha ke lokasi lain. Mereka mengkhawatirkan jika tidak ada informasi yang jelas, maka tindakan penggusuran bisa saja terjadi tanpa persiapan yang cukup.
“Pertemuan ini murni spontan kesepakatan bersama warga yang terdampak pembangunan flyover, sebab kami sangat resah dan meminta kepastian kapan akan dilaksanakan penggusuran dan berapa ganti rugi yang akan kami terima,” ujar Kosasi, salah satu warga terdampak, saat berkumpul di rumahnya pada Sabtu (28/2/2026) malam.
Kosasi menegaskan bahwa keresahan warga sudah berlangsung cukup lama dan semakin memburuk karena belum ada kejelasan dari pihak yang berwenang. Ia mengkhawatirkan bahwa keputusan yang tidak jelas akan memengaruhi kehidupan warga, termasuk dalam hal membangun atau merehabilitasi rumah serta menjalankan usaha.
“Kami ini sangat resah sekali, mau bangun ataupun rehab rumah atau usaha jadi ragu-ragu. Nanti sudah dibangun tidak tahunya terkena gusuran atau sebagainya,” tambahnya.
Ia berharap dalam waktu dekat akan ada kejelasan resmi dari pemerintah atau pihak yang berwenang agar warga terdampak dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik. “Kita pindah mau bangun rumah juga butuh uang dan waktu, tidak serta-merta,” ujarnya.
Proses Rencana Pembangunan Flyover
Kepala Desa Ujanmas Baru, Samsir, menjelaskan bahwa proses rencana pembangunan Flyover Ujan Mas telah berjalan selama kurang lebih dua tahun dan sudah melalui berbagai tahapan. Termasuk dalam tahapan tersebut adalah pengecekan dan pematokan lahan.
Samsir juga menyebutkan bahwa terakhir kali terdapat tim dari PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang melakukan pemetaan, serta tim kajian dari pemerintah pusat yang melakukan sinkronisasi data hasil pekerjaan tim sebelumnya. Dengan adanya beberapa kajian tersebut, nantinya tim KJPP akan menentukan berapa jumlah ganti rugi yang layak.
Namun, sampai saat ini, Samsir belum menerima kepastian berapa jumlah ganti rugi yang akan diberikan kepada warga terdampak. Berdasarkan informasi yang diterima, hasil kajian dari tim KJPP diharapkan dapat diterima sekitar satu bulan setelah proses kajian selesai dilaksanakan.
Peran Anggota DPRD dalam Menyikapi Keresahan Warga
Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Septi Agsiadi, S.E., dari Dapil I yang juga merupakan warga di wilayah terdampak, mengatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk mendengarkan langsung keluhan dan keresahan masyarakat terkait rencana pembangunan Flyover.
Keresahan warga di antaranya mengenai waktu pengukuran dan besaran ganti rugi yang akan mereka terima. Sebagai wakil rakyat, Septi menegaskan siap mengakomodasi kehendak dan aspirasi masyarakat untuk dibawa ke Pemerintah Daerah.
Ia juga berharap Pemerintah Desa Ujanmas Baru tetap konsisten mendampingi warganya hingga persoalan tersebut mendapatkan kepastian yang jelas. “Warga meminta melalui sinergi antara pemerintah desa dan DPRD, proses pembangunan flyover dapat berjalan transparan serta tetap mengedepankan keadilan bagi masyarakat yang terdampak,” jelas Septi.
Tantangan dan Harapan Warga
Pembangunan Flyover Ujan Mas menjadi perhatian serius bagi warga setempat. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan kejelasan secepatnya agar dapat mempersiapkan diri secara optimal. Meski proses pembangunan telah berjalan cukup lama, namun ketidakpastian tentang ganti rugi dan waktu penggusuran masih menjadi kendala utama.
Warga berharap pemerintah dapat bekerja sama dengan DPRD dan lembaga terkait lainnya untuk menciptakan transparansi dan keadilan dalam proses pembangunan tersebut. Dengan begitu, masyarakat yang terdampak dapat merasa aman dan memiliki kepastian dalam menjalani kehidupan mereka.











