
PARLEMENTARIA.ID – Indeks utama pasar saham Korea Selatan, Kospi, mengalami kenaikan tajam pada hari Kamis, dengan kenaikan lebih dari 12% yang menandai hari terbaik dalam sejarahnya. Kenaikan ini terjadi setelah indeks mengalami penurunan tajam pada hari Rabu, mencatatkan penurunan terbesar dalam satu hari.
Kenaikan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk perubahan sentimen pasar dan stabilisasi harga minyak. Para analis menyatakan bahwa kenaikan ini tidak terkait dengan dasar fundamental pasar, melainkan akibat penghapusan posisi leverage yang dilakukan oleh investor ritel. Dengan adanya penurunan tekanan jual, pasar mulai pulih dan kembali naik.
Peran Pemimpin Pasar
Perusahaan-perusahaan besar seperti SK Hynix dan Samsung Electronics menjadi pendorong utama kenaikan indeks. Saham SK Hynix melonjak lebih dari 15%, sedangkan saham Samsung Electronics meningkat sekitar 14%. Sementara itu, indeks Kosdaq, yang menggambarkan saham-saham kecil, juga mengalami kenaikan lebih dari 11%.
Penguatan indeks ini juga diiringi oleh penguatan mata uang won Korea Selatan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menguat sebesar 0.14% dan berada pada tingkat 1,460.60.
Faktor Penyebab Penurunan Sebelumnya
Penurunan indeks pada hari Rabu disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk ketidakpastian mengenai harga minyak dan perkembangan geopolitik. Raisah Rasid dari J.P. Morgan Asset Management menjelaskan bahwa ketidakpastian harga minyak memberikan risiko bagi neraca perdagangan Korea Selatan dan dapat memperparah tekanan inflasi.
Selain itu, para analis menyatakan bahwa penurunan indeks juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4.5% hingga 5% untuk tahun 2026. Target ini merupakan yang terendah sejak awal 1990-an, yang menunjukkan bahwa perekonomian China masih menghadapi tantangan deflasi dan ketegangan dagang dengan Amerika Serikat.
Reaksi Pasar Asia Lainnya
Tidak hanya Korea Selatan, pasar saham di Asia Pasifik juga mengalami kenaikan. Australia’s S&P/ASX 200 naik 0.1%, sementara Nikkei 225 Jepang melonjak 2.5%. Di Hong Kong, Hang Seng Index naik lebih dari 1%, dan CSI 300 juga mengalami kenaikan 0.86%. Taiwan’s Taiex juga mengalami kenaikan lebih dari 4%.
Para analis memperkirakan bahwa volatilitas pasar akan tetap tinggi dalam jangka dekat, terutama jika ketegangan geopolitik di Iran terus berlangsung. Namun, saat ini sentimen pasar semakin positif karena stabilitas harga minyak dan kenaikan saham teknologi di pasar AS.
Kenaikan Saham Teknologi di AS
Di pasar AS, saham-saham teknologi menjadi pendorong utama kenaikan indeks. Saham Micron Technology dan Advanced Micro Devices masing-masing naik lebih dari 5%, sedangkan Broadcom dan Nvidia juga melonjak lebih dari 1% masing-masing. Kenaikan ini didorong oleh optimisme terhadap permintaan memori dan chip yang tetap kuat.
Kebijakan Ekonomi China
Pertemuan besar China, yang dikenal sebagai “Two Sessions”, telah dimulai pada hari Rabu. Pemerintah China menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 4.5% hingga 5% untuk tahun 2026, yang merupakan target terendah sejak awal 1990-an. Target ini menunjukkan bahwa perekonomian China masih menghadapi tantangan signifikan.
Selain itu, pemerintah China mempertahankan target defisit anggaran sebesar sekitar 4% dari PDB, sesuai dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap fokus pada stabilitas ekonomi meskipun menghadapi tantangan.
Tantangan dan Peluang di Pasar Global
Meskipun ada tantangan, peluang di pasar global tetap terbuka. Analis menyatakan bahwa pasca-penurunan tajam, pasar mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun, mereka tetap waspada terhadap potensi penurunan lebih lanjut jika ketegangan geopolitik terus berlanjut.
Dengan berbagai faktor yang memengaruhi pasar, investor tetap harus memantau perkembangan terkini dan siap mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan investasi mereka.









