Kemenangan PSIM Jogja dalam Laga Kontra Madura United, Tiga Kartu Merah Dikeluarkan

DAERAH19 Dilihat

PARLEMENTARIA.ID – PSIM Jogja berhasil meraih kemenangan telak 3-0 atas Madura United dalam laga Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (10/1/2026) malam. Pertandingan ini menjadi salah satu laga paling dinamis sepanjang musim ini, dengan tiga kartu merah yang memengaruhi jalannya pertandingan.

Kondisi Laga yang Membuat Kekacauan

Pertandingan antara PSIM Jogja dan Madura United dimulai dengan tensi tinggi. Dalam beberapa menit awal, kedua tim saling mengancam dengan permainan keras dan intens. Situasi semakin memanas menjelang turun minum ketika pemain Madura United Nurdiansyah mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Deri Corfe. Hal ini membuat Madura United harus bermain dengan 10 pemain hingga akhir laga.

Meski dalam keadaan kurang ideal, Madura United sempat mencetak gol melalui Balotelli di awal babak kedua. Namun, gol tersebut dianulir setelah tinjauan VAR menyatakan posisi offside. Keunggulan jumlah pemain kemudian dimanfaatkan oleh PSIM Jogja untuk mengubah skor.

Gol-gol yang Mengubah Jalannya Pertandingan

Gol pembuka PSIM Jogja tercipta pada menit ke-56 melalui Fahreza Sudin yang menyundul bola hasil kemelut di depan gawang Madura United. Dua menit berselang, Franco Ramos kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan, membawa PSIM unggul 2-0.

PSIM semakin menjauh pada menit ke-68 setelah Fahreza Sudin mencetak gol keduanya usai menerima umpan terobosan matang dari Ze Valente, mengubah skor menjadi 0-3. Meski sukses menciptakan gol, PSIM juga mengalami kehilangan pemain ketika Franco Ramos mendapat kartu merah pada menit ke-75, sehingga kedua tim sama-sama bermain dengan 10 pemain.

Petaka bagi tuan rumah belum berakhir. Pada menit 90+2, wasit kembali mengeluarkan kartu merah, kali ini untuk penjaga gawang Madura United Miswar Saputra. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 untuk PSIM Jogja tidak berubah.

Penilaian Pelatih Terhadap Pertandingan

Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel mengakui bahwa pertandingan sangat dipengaruhi oleh kartu merah yang terjadi sepanjang laga. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pemain yang mampu memanfaatkan situasi tersebut dengan baik.

“Pertama-tama saya ucapkan selamat ulang tahun ke-10 untuk Madura United. Ini adalah pertandingan kartu merah, dan itu sangat memengaruhi jalannya laga. Kami mendapat keuntungan dari situasi tersebut,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pengaruh Kartu Merah dalam Hasil Akhir

Kartu merah yang dikeluarkan terhadap tiga pemain dari kedua tim menjadi faktor utama dalam kemenangan PSIM Jogja. Kehilangan pemain membuat Madura United kesulitan dalam mengatur alur permainan, sementara PSIM mampu memperkuat dominasi mereka di lapangan.

Dengan kemenangan ini, PSIM Jogja kembali memperkuat posisi mereka di klasemen Super League 2025/2026. Tim asuhan Van Gastel kini memiliki modal kuat untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.

Perjalanan PSIM Jogja di Musim Ini

PSIM Jogja telah menunjukkan performa yang stabil sejak awal musim. Kemenangan atas Madura United merupakan yang ketiga kalinya dalam lima laga terakhir. Tim ini juga berhasil mengalahkan Semen Padang dan PSBS Biak dalam pertandingan sebelumnya.

Beberapa pemain seperti Fahreza Sudin dan Franco Ramos menjadi tulang punggung dalam kemenangan ini. Selain itu, peran Ze Valente sebagai pengirim umpan matang juga menjadi kunci dalam pencetakan gol-gol PSIM Jogja.

Tantangan di Masa Depan

Meskipun kemenangan ini memberikan motivasi besar, PSIM Jogja tetap menghadapi tantangan berat di musim ini. Persaingan di Liga 1 Indonesia semakin ketat, dan setiap pertandingan akan menjadi ujian berat bagi tim.

Van Gastel menyatakan bahwa ia akan terus fokus pada konsistensi tim dan meningkatkan performa di setiap laga. “Kami harus terus belajar dan berkembang agar bisa bersaing di level tertinggi,” tambahnya.

Laga PSIM Jogja vs Madura United menjadi contoh bagaimana faktor eksternal seperti kartu merah dapat memengaruhi hasil akhir sebuah pertandingan. Kemenangan ini bukan hanya tentang keunggulan jumlah pemain, tetapi juga kepercayaan diri dan strategi yang tepat dari pelatih serta pemain. Dengan kemenangan ini, PSIM Jogja siap menghadapi tantangan berikutnya dengan semangat yang lebih tinggi.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *