PARLEMENTARIA.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bangka Belitung, Sardi menyoroti kejadian kelangkaan gas LPG 3 Kg yang terjadi belakangan ini. Ia menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian serius karena gas LPG merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat dan juga berdampak pada perekonomian.
Selama sekitar satu bulan terakhir, masyarakat di beberapa daerah di Provinsi Bangka Belitung mengalami kesulitan dalam mendapatkan tabung gas LPG 3 Kg. Hal ini semakin memprihatinkan mengingat saat ini masyarakat sedang bersiap menyambut bulan Ramadhan dan Idul Fitri, yang biasanya meningkatkan permintaan akan gas LPG tersebut.
Sardi mengatakan bahwa banyak warga yang melaporkan kesulitan mereka dalam mendapatkan gas subsidi tersebut. Ia menegaskan agar kejadian serupa tidak terulang kembali, terlebih karena kelangkaan gas LPG sering kali terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan.
Untuk menangani masalah ini, pihaknya telah melakukan kunjungan ke Kementerian ESDM untuk mengusulkan penambahan kuota gas LPG 3 Kg bagi Provinsi Bangka Belitung. Ia berharap usulan ini dapat ditindaklanjuti, mengingat daerah ini merupakan wilayah kepulauan yang membutuhkan pasokan yang lebih stabil.
Penyebab Kelangkaan Gas LPG 3 Kg
Menurut Sales Area Manager Bangka Belitung Pertamina Patra Niaga, Satriyo Wibowo Wicaksono, kondisi cuaca menjadi salah satu alasan terjadinya kelangkaan gas LPG 3 Kg. Ia menjelaskan bahwa beberapa kali terjadi keterlambatan suplai akibat cuaca yang kurang bersahabat. Selain itu, adanya maklumat dari KSOP yang memperingatkan tentang cuaca buruk juga turut memengaruhi distribusi gas.
Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini, pasokan LPG sudah kembali normal. Dalam audiensi dengan DPRD Provinsi Bangka Belitung, diberikan target tiga hari untuk menstabilkan kondisi gas LPG 3 Kg. Sampai sekarang, recovery telah dilakukan dan pasokan LPG dalam kondisi normal.
Rencana Jangka Panjang untuk Stabilitas Pasokan
Selain upaya jangka pendek, Pertamina juga merencanakan pembangunan depot atau terminal bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Bangka Belitung. Depot ini nantinya akan digunakan sebagai cadangan untuk Pangkalbalam dan juga Belitung. Meskipun rencana ini masih jangka panjang dan belum bisa direalisasikan pada tahun 2026, pihaknya akan melakukan optimalisasi terhadap depot yang ada seperti Pangkalbalam, Tanjung Pandan, dan Belinyu.
Pertamina juga membuka layanan call center 135 untuk masyarakat yang ingin melaporkan berbagai aduan dan keluhan terkait gas elpiji. Layanan ini diharapkan menjadi wadah cepat bagi masyarakat dalam menyampaikan keluhan tanpa perlu khawatir bingung melaporkannya kemana.
Komitmen Bersama untuk Menghindari Kelangkaan
Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menyampaikan bahwa PT Pertamina dan DPRD sepakat untuk menyelesaikan fenomena kelangkaan gas LPG 3 Kg dalam waktu tiga hari ke depan. Ia menegaskan bahwa mulai tanggal 5 Februari 2026, gas LPG 3 Kg akan tersuplai kembali secara normal di pangkalan-pangkalan.
Dalam audiensi yang dihadiri oleh sejumlah masyarakat, diperoleh komitmen khusus bahwa tidak lagi terjadi kelangkaan gas LPG selama masa Ramadhan dan Idul Fitri. Pertamina telah mempersiapkan stok yang cukup untuk menghadapi bulan suci tersebut.
Tim Pengawasan Terpadu untuk Penyaluran yang Tepat Sasaran
Untuk memastikan penyaluran gas elpiji subsidi tepat sasaran, pihak DPRD akan membentuk tim pengawasan terpadu. Tim ini akan terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung serta melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH), baik itu Kepolisian maupun Kejaksaan.
Didit Srigusjaya juga menegaskan perlunya pembangunan kilang baru di Provinsi Bangka Belitung untuk menghindari kelangkaan gas elpiji terulang kembali. Ia mengungkapkan bahwa dirinya dan Gubernur telah berkomunikasi dengan Pertamina Pusat melalui lobi-lobi politik. Daerah kepulauan dan cuaca ekstrem membuat kebutuhan stok gas harus disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.***











