PARLEMENTARIA.ID – Aktivitas transportasi laut antara Sabang dan Banda Aceh tetap berjalan lancar pada Jumat, 16 Januari 2026. Kapal ferry jenis Ro-Ro menjadi salah satu moda utama yang digunakan oleh warga, wisatawan, maupun pelaku bisnis untuk melakukan perjalanan antar kota. Dua kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), yaitu KMP Aceh Hebat 2 dan KMP BRR, melayani rute tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Kondisi Arus Penumpang
Petugas Pelabuhan Balohan mencatat bahwa arus penumpang masih stabil, meskipun terdapat peningkatan signifikan pada jam keberangkatan pagi dan sore hari. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan perjalanan antara dua kota tersebut tetap tinggi, baik untuk keperluan harian maupun liburan.
Peran Kapal Ferry dalam Distribusi Logistik
Selain mengangkut penumpang, kapal ferry juga memainkan peran penting dalam mendukung distribusi logistik. Pengiriman bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari masyarakat Kota Sabang tidak dapat dipisahkan dari operasional kapal-kapal ini. Mereka menjadi tulang punggung pengangkutan barang yang sangat vital bagi masyarakat setempat.
Jadwal Lengkap Pelayaran
Berikut adalah jadwal pelayaran lengkap kapal ferry Ro-Ro pada Jumat, 16 Januari 2026:
- Rute Banda Aceh–Sabang (Pelabuhan Ulee Lheue–Balohan):
- Pukul 08.00 WIB – KMP Aceh Hebat 2
- Pukul 14.30 WIB – KMP BRR
-
Pukul 17.30 WIB – KMP Aceh Hebat 2
-
Rute Sabang–Banda Aceh (Pelabuhan Balohan–Ulee Lheue):
- Pukul 08.00 WIB – KMP BRR
- Pukul 14.30 WIB – KMP Aceh Hebat 2
- Pukul 17.30 WIB – KMP BRR
Tarif Penyeberangan
Tarif penyeberangan kapal ferry diatur sesuai ketentuan resmi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Untuk penumpang dewasa, biaya yang dikenakan adalah Rp35.000, sedangkan bayi usia 0–3 tahun dikenakan tarif Rp4.200.
Untuk kendaraan, tarif yang berlaku adalah:
– Sepeda motor: Rp68.000 per unit termasuk pengendara.
– Mobil pribadi: Rp457.000 per unit dengan kapasitas maksimal lima orang penumpang.
Imbauan untuk Calon Penumpang
Pihak pelabuhan mengimbau calon penumpang agar tiba di pelabuhan minimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses pembelian tiket dan naik ke kapal berjalan lancar. Selain itu, para penumpang juga diminta untuk selalu memantau perubahan jadwal pelayaran yang bisa terjadi akibat kondisi cuaca atau situasi operasional pelabuhan.
Faktor yang Mempengaruhi Operasional Kapal
Cuaca dan kondisi laut menjadi faktor utama yang memengaruhi operasional kapal ferry. BMKG telah memberikan peringatan tentang gelombang sedang di perairan Sabang–Banda Aceh, sehingga pengguna jasa diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi terbaru dari pihak pelabuhan.
Rekomendasi untuk Wisatawan
Bagi wisatawan yang ingin melakukan perjalanan antara Sabang dan Banda Aceh, disarankan untuk merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan jadwal pelayaran dan kondisi cuaca. Selain itu, pengunjung juga bisa memanfaatkan fasilitas lain seperti kapal cepat sebagai alternatif jika ada gangguan pada jadwal kapal ferry.***












