Jadwal Kapal Feri di Wilayah Nabire: KMP Napan Wainami dan KMP Masirei Siap Layani Rute Penting

PARLEMENTARIA.ID – Pengoperasian kapal feri menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama di daerah yang memiliki akses laut seperti Nabire. Dalam rangka memastikan kelancaran perjalanan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah merilis jadwal pelayaran untuk bulan Februari 2026. Dua armada utama, yaitu KMP Napan Wainami dan KMP Masirei, akan beroperasi di beberapa rute strategis yang melibatkan wilayah Papua dan Papua Barat.

Rute Operasional KMP Napan Wainami

KMP Napan Wainami mengambil alih rute Manokwari – Wasior – Windesi – Nabire serta rute balik Wasior – Manokwari. Kapal ini beroperasi secara berkala dengan waktu keberangkatan yang disesuaikan dengan kondisi pelabuhan dan operasional. Penumpang dapat memilih waktu keberangkatan mulai dari pagi hingga sore hari, sehingga memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan.

“Kami menyesuaikan jadwal agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar seorang pengelola layanan transportasi laut di Nabire. “Dengan demikian, setiap penumpang bisa memperoleh waktu yang cocok untuk bepergian.”

Rute Operasional KMP Masirei

Sementara itu, KMP Masirei bertugas melayani rute Biak – Serui – Waren – Nabire serta jalur baliknya. Jadwal keberangkatan kapal ini cukup padat selama bulan Februari 2026, termasuk perjalanan malam hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi logistik dan penumpang antarwilayah.

“Pengoperasian malam hari sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak bisa menunda perjalanan,” tambah narasumber dari ASDP. “Kami juga memastikan bahwa semua prosedur keselamatan diterapkan secara ketat.”

Pemantauan Jadwal dan Keselamatan Pelayaran

ASDP juga menetapkan hari istirahat kapal pada tanggal-tanggal tertentu guna menjaga keselamatan pelayaran dan kesiapan armada. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa jadwal terbaru sebelum keberangkatan karena jadwal dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi cuaca dan teknis operasional.

“Perubahan jadwal bisa saja terjadi, jadi kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu memantau informasi terkini,” kata sumber dari ASDP. “Ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang.”

Peran Kapal Feri dalam Mendukung Konektivitas Laut

Dengan beroperasinya KMP Napan Wainami dan KMP Masirei, ASDP berharap konektivitas laut antarwilayah di Papua semakin lancar dan mampu mendukung aktivitas ekonomi serta pelayanan masyarakat. Kapal-kapal ini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi penghubung antara daerah-daerah yang terpisah oleh lautan.

“Kami percaya bahwa dengan adanya jadwal pelayaran yang teratur, masyarakat akan lebih mudah melakukan perjalanan dan mengakses berbagai fasilitas yang tersedia,” ujar seorang pejabat dari ASDP.

Tantangan dan Solusi dalam Pengoperasian Kapal

Meskipun jadwal pelayaran telah dirancang dengan baik, pengoperasian kapal feri masih menghadapi beberapa tantangan, seperti kondisi cuaca yang tidak menentu dan kepadatan penumpang. Untuk mengatasi hal ini, ASDP terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas layanan.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar dapat memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat,” tambah narasumber. “Ini merupakan komitmen kami untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua.”***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed