Jadwal dan Tarif Kapal Feri KMP Manta II untuk Rute Sebatik-Nunukan

PARLEMENTARIA.ID – Kapal feri KMP Manta II kembali menjadi salah satu alat transportasi penting bagi masyarakat di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Terutama bagi penduduk Pulau Sebatik yang ingin melakukan perjalanan ke Kabupaten Nunukan, maupun sebaliknya. Kapal ini memiliki jadwal keberangkatan yang teratur dan tarif yang relatif terjangkau, sehingga menjadi pilihan utama dalam mobilitas antar daerah.

Jadwal Keberangkatan yang Teratur

KMP Manta II beroperasi dengan jadwal keberangkatan setiap Rabu, Jumat, dan Minggu selama periode 1–15 Maret 2026. Untuk rute Sebatik–Nunukan, kapal berangkat pada pukul 06.00 hingga 20.00 WITA. Sementara itu, untuk rute Nunukan–Sebatik, keberangkatan dimulai dari pukul 05.00 hingga 19.00 WITA.

Jadwal ini dirancang agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang sering menggunakan transportasi laut sebagai jalur utama. Namun, pengguna juga perlu memperhatikan kemungkinan adanya perubahan jadwal akibat kondisi cuaca atau hari besar.

Tarif Penyeberangan yang Beragam

Tarif penyeberangan KMP Manta II dibedakan berdasarkan jenis kendaraan atau penumpang. Untuk penumpang biasa, biaya yang dikenakan adalah Rp13.000. Sedangkan untuk motor, tarifnya sebesar Rp25.000. Untuk mobil atau pickup, biaya yang harus dibayar adalah Rp159.000, sementara truk dikenakan tarif sebesar Rp280.000.

Tarif ini dinilai cukup kompetitif mengingat jarak tempuh yang tidak terlalu jauh. Selain itu, tarif ini juga mencerminkan fasilitas yang disediakan oleh kapal feri tersebut.

Fasilitas yang Tersedia di Kapal Feri

Selain jadwal dan tarif, KMP Manta II juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang membuat perjalanan lebih nyaman. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain:

  • Tempat duduk dalam dan luar kapal
  • Toilet yang bersih dan terawat
  • Kantin yang menyediakan makanan dan minuman ringan
  • Musala untuk umat Islam

Fasilitas-fasilitas ini sangat penting, terutama bagi penumpang yang melakukan perjalanan dalam waktu lama. Dengan adanya fasilitas tersebut, perjalanan laut menjadi lebih nyaman dan efisien.

Titik Keberangkatan yang Strategis

Titik keberangkatan dari Pulau Sebatik berada di Pelabuhan Liang Bunyu, Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Sementara itu, dari Nunukan, penumpang bisa diberangkatkan melalui Pelabuhan Sei Jepun.

Pelabuhan Sei Jepun juga menjadi akses penting bagi masyarakat yang ingin melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Juata Tarakan atau Pelabuhan Sei Menggaris. Dengan demikian, KMP Manta II tidak hanya menjadi sarana transportasi antar pulau, tetapi juga membantu mempercepat mobilitas antar kota.

Penggunaan Kapal Feri dalam Kehidupan Sehari-hari

Menurut salah satu warga Nunukan, penggunaan kapal feri seperti KMP Manta II sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. “Saya sering menggunakan kapal ini untuk ke pasar atau mengunjungi keluarga di Sebatik. Jadwalnya cukup teratur dan harga tiketnya juga terjangkau,” ujarnya.

Selain itu, kapal feri ini juga digunakan oleh para pedagang untuk membawa barang dagangan dari Nunukan ke Sebatik dan sebaliknya. Dengan begitu, kapal ini turut mendukung perekonomian lokal.

Peran Penting Kapal Feri dalam Infrastruktur Transportasi

KMP Manta II tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga bagian dari infrastruktur transportasi laut yang vital di Kaltara. Dengan layanan yang teratur dan tarif yang terjangkau, kapal ini memberikan akses yang mudah bagi masyarakat.

Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan transportasi laut seperti ini sangat penting untuk meningkatkan konektivitas antar daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, perawatan dan pengelolaan kapal feri harus terus diperhatikan agar dapat memberikan layanan yang optimal.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *