Gus Fawait Perubahan Mendasar di Puskesmas Jember: Dari Kusam ke Nyaman

PARLEMENTARIA.ID – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, telah mengumumkan langkah-langkah signifikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat program Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai predikat Madya Nasional.

Fokus pada Estetika dan Kenyamanan Pasien

Gus Fawait menekankan bahwa peningkatan layanan kesehatan tidak hanya terbatas pada pengadaan obat atau alat medis, tetapi juga melibatkan perbaikan tampilan fisik dan suasana ruangan. Ia menyatakan bahwa setiap puskesmas harus memiliki ruang pasien yang harum, bersih, dan dilengkapi pendingin udara (AC).

“Kalau puskesmas masih terlihat tidak nyaman, pengap, dan seadanya, itu bukan soal uang. Itu soal cara berpikir,” katanya saat melakukan inspeksi ke Puskesmas Sukorambi.

Pernyataan ini menunjukkan komitmen Bupati Jember untuk mengubah mindset masyarakat dan staf puskesmas agar lebih memprioritaskan kenyamanan pengguna layanan.

Perbaikan Infrastruktur dengan Dana UHC

Dukungan anggaran dari sistem UHC dan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menjadi landasan utama untuk merealisasikan perubahan ini. Dengan dana yang tersedia, puskesmas diharapkan dapat memperbaiki infrastruktur, seperti cat ulang dinding, pembersihan ruangan, dan pemasangan AC.

Selain itu, Gus Fawait menekankan pentingnya pengelolaan kapitasi BPJS secara efektif agar tidak berpindah ke fasilitas kesehatan lain. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat tetap memilih puskesmas sebagai tempat berobat utama.

Transformasi Layanan Kesehatan yang Lebih Profesional

Pemkab Jember berharap transformasi ini akan memberikan pengalaman berobat yang lebih bermartabat bagi masyarakat. Menurut Bupati, puskesmas harus mampu bersaing dengan klinik swasta dalam hal kecepatan dan kenyamanan pelayanan.

“Jangan berlindung di balik status pemerintah. Kalau klinik swasta bisa melayani dengan cepat dan nyaman, puskesmas harus lebih bisa. Kita punya modal SDM yang besar, sekarang saatnya mengubah mindset layanan,” tambahnya.

Strategi Jangka Panjang untuk Peningkatan Kualitas Kesehatan

Selain fokus pada peningkatan estetika dan kenyamanan, Gus Fawait juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan kesehatan di tingkat desa. Program home care dan penguatan jaringan kesehatan dasar menjadi prioritas utama.

Ia juga menargetkan peningkatan cakupan layanan kesehatan hingga 96,5 persen, yang sudah mencapai predikat UHC Madya Nasional. Dengan strategi ini, Jember berupaya memastikan semua warga mendapatkan akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.

Peran Komunitas dalam Mendukung Perubahan

Perubahan ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Pengawasan dan evaluasi oleh masyarakat serta lembaga terkait akan menjadi bagian dari mekanisme pengendalian kualitas layanan kesehatan.

Tantangan dan Peluang

Meski ada tantangan dalam implementasi, seperti keterbatasan anggaran dan perubahan mindset, peluang untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sangat besar. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, Jember dapat menjadi contoh daerah yang sukses dalam menerapkan inovasi di bidang kesehatan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed