Gotong Royong Warga dan Anggota DPRD Banten Perbaiki Jalan Penghubung Lebak dan Pandeglang

PARLEMENTARIA.ID – Pada hari Selasa, 17 Februari 2026, sejumlah warga Desa Karangpamindangan, Kecamatan Wanasalam dan Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, bersama dengan anggota DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, melakukan aksi gotong royong untuk memperbaiki jalan rusak yang menghubungkan antara Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Lokasi perbaikan jalan berada di jalan Kerta-Pasir Buntu, yang merupakan jalur penting bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

Jalur ini memiliki panjang total 11 kilometer, namun sekitar 2 kilometer di antaranya mengalami kerusakan parah. Musa Weliansyah menyampaikan bahwa melalui semangat gotong royong, warga dan pihaknya berhasil menyelesaikan pekerjaan perbaikan dengan bantuan 10 mobil dum truck batu. Ia menjelaskan bahwa kini jalan tersebut sudah dapat dilalui kembali, sehingga aktivitas warga menjadi lebih nyaman dan lancar.

Musa juga menyampaikan apresiasi kepada para warga yang rela mengorbankan tenaga mereka untuk berpartisipasi dalam aksi gotong royong tersebut. Menurutnya, antusiasme warga sangat luar biasa, terlebih ketika banyak dari mereka sedang bersiap menyambut Ramadhan. Namun, mereka justru memilih untuk memperbaiki akses jalan yang menjadi urat nadi kehidupan sehari-hari mereka.

Meskipun jalan tersebut termasuk kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Musa menjelaskan bahwa karena keterbatasan anggaran, Pemkab belum mampu melakukan perbaikan atau pemeliharaan secara berkala. Oleh karena itu, melalui dialog dan penjelasan kondisi tersebut, warga akhirnya sepakat untuk bekerja sama dalam upaya perbaikan.

Sebelum pelaksanaan aksi gotong royong, Musa telah berkoordinasi dengan Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya. Hasilnya, Bupati memberikan bantuan uang sebesar Rp4 juta untuk pembelian agregat yang digunakan dalam perbaikan jalan. Dana tersebut digunakan untuk membeli lima dump truk agregat, yang sangat membantu proses perbaikan.

Menurut Musa, kolaborasi antara warga, anggota dewan, dan pemerintah daerah menjadi contoh bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah. Semangat gotong royong bisa menjadi solusi sementara, tetapi ia berharap pada tahun berikutnya ruas jalan Kerta–Pasirbuntu bisa menjadi prioritas pembangunan permanen.

“Gotong royong adalah solusi sementara. Harapan kita ada pembangunan permanen, supaya ekonomi dan pelayanan warga bisa lancar,” ujar Musa.

Sementara itu, Kepala Desa Karangpamindangan, Rahman, membenarkan bahwa warga bersama anggota DPRD Banten melakukan aksi gotong royong untuk memperbaiki akses jalan poros kabupaten tersebut. Ia menjelaskan bahwa jalan ini menghubungkan kecamatan Cikeusik Pandeglang, sehingga sangat vital bagi aktivitas warga.

Ia menyebutkan bahwa jalan rusak tersebut sudah bertahun-tahun rusak parah. “Kecamatan Cikeusik tembusnya. Jadi memang akses penting yah. Dan sudah lama juga rusaknya,” ujarnya.

Rahman juga menjelaskan bahwa jumlah penduduk di Desa Karangpamindangan mencapai 2 ribu lebih. Mayoritas warga bekerja sebagai petani, dan memiliki potensi lokal berupa produksi gula aren. Namun, potensi ini belum berkembang maksimal karena akses jalan yang rusak menghambat distribusi hasil pertanian.

Jarak dari Alun-alun Rangkasbitung ke Desa Karangpamidangan adalah 94 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2,52 menit. Dengan adanya perbaikan jalan, diharapkan konektivitas antara dua kabupaten Lebak dan Pandeglang bisa semakin optimal, serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *