PARLEMENTARIA.ID – Gempa terkini berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Agam, Sumatera Barat pada Minggu (22/2/2026). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 22.35 WIB. Informasi awal menyebutkan bahwa gempa berada di lokasi yang berjarak sekitar 75 kilometer dari Barat Laut Lombok Utara dengan kedalaman sekitar 25 kilometer. BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak memiliki potensi tsunami.
Lokasi dan Kedalaman Gempa
Berdasarkan data dari akun resmi @infoBMKG, gempa terjadi di koordinat 0,74 LS dan 99,14 BT. Lokasi ini berada sekitar 110 kilometer dari Agam, Sumatera Barat. Dalam pernyataannya, BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Meski begitu, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Respons dan Pernyataan BMKG
BMKG memberikan informasi secara cepat, meskipun mereka menyampaikan bahwa hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data. Hal ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak terlalu panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.
“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis akun medsos X @infoBMKG.
Potensi Dampak dan Keamanan Masyarakat
Meski belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa, warga di sekitar Agam dan wilayah sekitarnya diminta untuk tetap waspada. Gempa bumi sering kali diikuti oleh gempa susulan, terutama jika lokasi gempa berada di daerah rawan seismik seperti Sumatera Barat.
Sejumlah ahli geofisika menyebutkan bahwa wilayah Sumatera Barat memang rentan terhadap aktivitas tektonik. Hal ini disebabkan oleh pertemuan lempeng tektonik yang aktif di wilayah tersebut. Oleh karena itu, masyarakat perlu selalu siaga dan memperhatikan informasi dari BMKG maupun instansi lain yang bertanggung jawab dalam pengawasan bencana alam.
Tindakan yang Disarankan
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan protokol keselamatan jika terjadi gempa. Beberapa langkah penting yang dapat dilakukan antara lain:
- Jangan panik dan segera mencari tempat aman.
- Hindari area yang rentan longsor atau bangunan yang tidak kokoh.
- Jangan menggunakan lift saat gempa terjadi.
- Pastikan sumber daya seperti air dan makanan tersedia.
Selain itu, pemerintah setempat juga diharapkan dapat segera melakukan evaluasi terhadap infrastruktur dan fasilitas umum yang mungkin terkena dampak gempa.
Peran BMKG dalam Pengawasan Bencana
BMKG memiliki peran krusial dalam memantau dan memberikan informasi mengenai gempa bumi serta ancaman bencana alam lainnya. Dengan adanya sistem pemantauan yang canggih, BMKG mampu memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
Selain itu, BMKG juga terus meningkatkan kapasitas teknologi dan SDM guna memastikan akurasi dan kecepatan dalam memberikan informasi bencana. Hal ini sangat penting mengingat Indonesia adalah salah satu negara dengan risiko bencana alam yang tinggi.
Gempa bumi magnitudo 5,2 yang terjadi di Agam, Sumatera Barat, menjadi pengingat bahwa masyarakat harus tetap waspada terhadap ancaman bencana alam. Meski tidak berpotensi tsunami, gempa ini tetap perlu dipantau dengan seksama. Dengan adanya informasi yang cepat dan akurat dari BMKG, masyarakat dapat lebih siap menghadapi situasi darurat.***











