Gempa Bumi Berkekuatan 6,4 M Guncang Pacitan, Getaran Dirasakan Hingga Yogyakarta

PARLEMENTARAI.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari. Peristiwa ini terjadi tepatnya pukul 01.06 WIB dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga setempat. Meski gempa terjadi di laut, getarannya terasa hingga kota Yogyakarta, yang berjarak sekitar 150 kilometer dari episenter.

Lokasi dan Parameter Gempa

Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di koordinat 8,99 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur. Lokasi ini berada sekitar 90 kilometer tenggara Kabupaten Pacitan. Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, sehingga termasuk dalam kategori gempa dangkal. BMKG menyatakan bahwa gempa tersebut tidak memiliki potensi tsunami, meskipun lokasi episenter berada di laut.

Dampak dan Reaksi Masyarakat

Warga Pacitan yang sedang tidur tiba-tiba terbangun akibat getaran kuat yang melanda. Banyak dari mereka langsung keluar rumah untuk mencari tempat aman. Beberapa orang mengaku merasa kaget dan panik, terutama karena gempa terjadi di tengah malam. Namun, tidak ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa hingga saat ini.

Kepala BMKG menjelaskan bahwa gempa dangkal sering kali dirasakan lebih kuat di permukaan. Ia menyarankan masyarakat tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG terkait kemungkinan gempa susulan.

Sejarah Gempa di Wilayah Pacitan

Pacitan merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang rawan gempa. Pada beberapa tahun terakhir, wilayah ini sering dilanda gempa dengan kekuatan bervariasi. Misalnya, pada Januari 2026, gempa berkekuatan 5,5 M juga mengguncang Pacitan dan terasa hingga Yogyakarta dan Bali. Sebelumnya, pada April 2024, gempa 5,1 M juga mengguncang wilayah ini, menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Menurut penelitian geologis, area Pacitan berada di dekat zona megathrust yang merupakan jalur aktif pergeseran lempeng tektonik. Zona ini sering menjadi sumber gempa besar, terutama jika terjadi tekanan yang signifikan antara lempeng Samudra Hindia dan lempeng Eurasia.

Langkah Pencegahan dan Edukasi

BMKG secara rutin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara bersiap menghadapi gempa. Salah satu rekomendasi utama adalah selalu menyiapkan kotak pertolongan darurat, memastikan struktur bangunan tahan gempa, serta menjauhi area berbahaya seperti lereng curam atau bangunan tua.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak jelas atau hoaks. Informasi resmi hanya bisa diandalkan dari instansi terkait seperti BMKG atau pemerintah setempat.

Peran Media dan Masyarakat

Media massa seperti Republika dan situs berita lainnya memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi cepat dan akurat. Dalam kasus gempa ini, media langsung melaporkan kejadian tanpa memicu kepanikan berlebihan. Hal ini membantu masyarakat memahami situasi dan mengambil langkah yang tepat.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari aparat setempat. Tidak ada indikasi adanya ancaman serius, namun antisipasi tetap diperlukan mengingat karakteristik gempa dangkal yang sering diikuti aktivitas seismik lanjutan.

Gempa bumi 6,4 M yang mengguncang Pacitan menjadi pengingat akan risiko bencana alam di kawasan Jawa Timur. Meski tidak berpotensi tsunami, dampaknya tetap dirasakan oleh masyarakat luas. Dengan peningkatan kesadaran dan persiapan dini, masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi darurat seperti ini. BMKG dan pemerintah setempat terus berupaya memastikan informasi yang diberikan akurat dan transparan, demi keselamatan masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed