PARLEMENTARIA.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan dan ketersediaan gizi bagi siswa di Kota Malang, kini mengalami penundaan sementara. Pemberhentian sementara program tersebut berlangsung mulai tanggal 2 hingga 7 Januari 2026, sesuai instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Penundaan ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program MBG. Dalam rangka evaluasi, sejumlah Sekolah Pengelola Program Gizi (SPPG) yang ada di Kota Malang akan melakukan perbaikan dan pemenuhan standar fasilitas. Total SPPG yang terdaftar saat ini mencapai 42 unit.
“Selama masa evaluasi, SPPG yang membutuhkan renovasi bisa segera melakukannya. Ada juga yang memperkuat peralatan serta fasilitas pendukung sesuai standar,” jelas Muhammad Athoillah, Koordinator SPPI Kota Malang.
Dengan penundaan ini, para siswa dan sekolah terpaksa mempersiapkan makanan secara mandiri. “Ya, intinya tidak ada MBG sampai tanggal 7 Januari. Nanti baru tanggal 8 Januari mulai aktif kembali,” tambahnya.
Perubahan Kuota dan Kebijakan Terbaru
Dalam pelaksanaannya, BGN kini menerapkan kuota berdasarkan jumlah siswa per kecamatan. Dari data tersebut, dapat dipetakan kebutuhan SPPG yang melayani wilayah tertentu.
Sebelumnya, target pembukaan SPPG di Kota Malang adalah sebanyak 85 unit. Namun, kemungkinan jumlahnya akan bertambah pada 2026 seiring terbitnya petunjuk teknis terbaru. Dalam juknis terbaru, jumlah penerima manfaat dari tiap SPPG dibatasi maksimal 3.000 penerima, termasuk 500 penerima dari kelompok B3.
Penyelenggaraan MBG Selama Libur Natal dan Tahun Baru
Meski program MBG diberhentikan sementara, penyelenggaraan MBG tetap berjalan selama libur Natal dan Tahun Baru. Dalam periode tersebut, pihak BGN memberikan menu MBG dengan paket kering seperti roti, susu, telur, buah, dan protein nabati.
“Mulai tanggal 22, 23, 24 dan 27 lalu di lanjut lagi 29-31 Desember 2025 kami tetap berikan menu MBG namun paket kering,” singkat Slamet Husnan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan).
Peran SPPG dalam Mendukung Program MBG
Sekolah Pengelola Program Gizi (SPPG) memainkan peran penting dalam distribusi program MBG. Sebagai pusat pelayanan gizi, SPPG harus memenuhi standar operasional agar bisa memberikan layanan yang optimal.
Dengan penundaan sementara, SPPG memiliki kesempatan untuk memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan kapasitas pelayanan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keberlanjutan program MBG di masa depan.
Kesiapan Sekolah Menghadapi Tahun Ajaran Baru
Dengan dimulainya tahun ajaran baru pada 5 Januari 2026, banyak sekolah dan siswa yang menghadapi tantangan dalam menyediakan makanan. Tanpa bantuan MBG, mereka harus mempersiapkan makanan sendiri.
Namun, meskipun situasi ini menimbulkan kendala, pihak sekolah dan komunitas setempat tetap berupaya memastikan ketersediaan makanan bergizi bagi siswa. ***












