PARLEMENTARIA.ID – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, menyampaikan duka cita mendalam atas kematian seorang murid sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kejadian ini diduga terjadi karena anak tersebut tidak mampu membeli peralatan tulis sekolah. Peristiwa tragis ini menjadi luka mendalam bagi seluruh pemangku kepentingan dan menjadi peringatan keras bahwa keadilan sosial di bidang pendidikan belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh anak Indonesia, terutama di daerah.
Kenneth mengatakan, “Ini bukan sekadar tragedi keluarga, tetapi tragedi kemanusiaan. Pendidikan seharusnya menjadi ruang aman dan harapan bagi anak-anak, bukan justru menjadi sumber tekanan yang berujung pada hilangnya nyawa.”
Peran Negara dalam Memastikan Akses Pendidikan yang Adil
Menurut Kenneth, negara tidak boleh abai terhadap kondisi psikologis dan kebutuhan dasar peserta didik, sekecil apa pun itu. Alat tulis merupakan sarana utama dalam proses belajar yang seharusnya dapat diakses oleh setiap anak tanpa kecuali. Ia menegaskan pentingnya memastikan bahwa bantuan pendidikan benar-benar sampai kepada penerima manfaat.
Kenneth juga menyoroti fakta bahwa mendiang murid tersebut tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), di mana dana bantuan disebut telah disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas penyaluran dan pendampingan bantuan pendidikan di lapangan.
“Jika bantuan sudah disalurkan tetapi anak masih merasa tidak mampu dan putus asa, maka ada yang salah dalam sistem kita. Ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh, bukan hanya bersifat administratif saja, tetapi juga dari sisi pengawasan dan pendampingan keluarga penerima manfaat,” tegas Kenneth.
Membuka Ruang Pengaduan untuk Warga Jakarta
Kepala BAGUNA DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta itu membuka ruang pengaduan langsung untuk warga Jakarta jika menemukan kasus serupa. Aduan bisa melalui akun Instagram Kenneth agar persoalan serupa dapat segera ditindaklanjuti dan tidak berujung pada tragedi.
“Warga Jakarta harus kritis dan berani melapor. Silakan lapor ke kantor kelurahan, kecamatan, walikota hingga tingkat provinsi jika memang ada permasalahan baik dalam hal sosial maupun pendidikan. Dan juga bisa melapor ke akun instagram saya di @laporkenneth atau @kennethhardiyanto, agar bisa segera ditindaklanjuti,” kata Kenneth.
Pentingnya Keberadaan Negara dalam Pendidikan
Ia mewanti-wanti jangan sampai ada anak yang merasa sendirian, tidak didengar, dan kehilangan harapan hanya karena persoalan ekonomi. “Negara harus hadir, bukan hanya dalam data dan laporan, tetapi juga dalam empati dan tindakan nyata,” ujarnya.
Menurutnya, tragedi yang menimpa murid sekolah dasar di NTT tersebut menjadi pil pahit bahwa akses pendidikan yang adil dan manusiawi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa ini. Ia berharap tragedi ini menjadi titik balik bagi semua pihak untuk lebih peduli, peka, dan bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anak Indonesia.
“Ke depan seluruh pemangku kepentingan harus lebih peka dan responsif agar tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan harapan hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan, menurutnya, harus menjadi jalan menuju masa depan, bukan beban yang mematahkan semangat hidup.”***












