
PARLEMENTARIA.ID – Beasiswa pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) di Kota Surabaya kembali menjadi perhatian masyarakat. Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtyar Rifai, menyoroti pentingnya kejelasan mekanisme penyaluran bantuan tersebut agar tidak terjadi kesalahan atau penyimpangan. Ia menekankan bahwa program beasiswa senilai Rp50 ribu yang ditujukan kepada sekitar 8.000 siswa PAUD dan TK kurang mampu harus benar-benar tepat sasaran.
Kejelasan Anggaran dan Mekanisme Penyaluran
Bahtyar Rifai menyatakan bahwa langkah pertama dalam memastikan keberhasilan program adalah kepastian anggaran. “Program ini harus dipastikan lebih dulu dari sisi penganggaran, mekanisme serta sistem pengawasan supaya tepat sasaran,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kepastian anggaran menjadi dasar utama sebelum program dijalankan.
Selain itu, ia menyoroti perlunya kejelasan mekanisme penyaluran bantuan. Pertanyaannya adalah apakah bantuan akan diberikan dalam bentuk uang tunai, barang kebutuhan sekolah, atau sistem transfer langsung ke rekening penerima. “Harus jelas teknisnya seperti apa. Apakah lewat sekolahnya, langsung ke rekening orang tua, atau bentuknya barang. Ini perlu difinalisasi supaya tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.
Validasi Penerima Bantuan
Dalam hal verifikasi calon penerima, Bahtyar Rifai menyarankan supaya Dinas Pendidikan (Dispendik) berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) yang telah memiliki basis data warga miskin dan pra miskin. Proses validasi dapat dilakukan melalui pencocokan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam sistem, sebagaimana mekanisme yang telah diterapkan pada program bantuan sosial sebelumnya.
“Entry NIK saja nanti akan terlihat apakah masuk kategori miskin atau pra miskin. Sistemnya sebenarnya sudah ada, tinggal dimanfaatkan agar tidak ribet dan tetap tepat sasaran,” tutur Bahtyar.
Evaluasi Berkala dan Pengawasan
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkala apabila program ini benar-benar direalisasikan. Menurutnya, pengawasan diperlukan agar bantuan yang diberikan benar-benar digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak, bukan dialihkan untuk keperluan lain. “Kalau bentuknya uang tunai, harus ada evaluasi. Jangan sampai tidak digunakan untuk kepentingan sekolah. Itu yang perlu dijaga,” katanya.
Peran DPRD dalam Pengawasan
Bahtyar Rifai menjelaskan bahwa DPRD akan memantau implementasi program tersebut apabila sudah berjalan. Evaluasi ini penting untuk memastikan efektivitas kebijakan sekaligus mencegah potensi penyimpangan. “Kami akan melakukan pemantauan secara berkala agar program ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan,” tambahnya.
Tanggapan dari Masyarakat
Meski belum ada detail resmi mengenai rincian program, tanggapan dari masyarakat umumnya positif. Banyak orang tua yang merasa perlu adanya bantuan untuk membantu biaya pendidikan anak-anak mereka. Namun, mereka juga meminta agar program ini dijalankan dengan transparan dan akuntabel.
Program beasiswa untuk PAUD dan TK di Surabaya merupakan langkah penting dalam mendukung pendidikan anak usia dini, terutama bagi keluarga kurang mampu. Namun, keberhasilan program ini bergantung pada kejelasan anggaran, mekanisme penyaluran, validasi penerima, dan evaluasi berkala. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, diharapkan program ini bisa memberikan manfaat nyata bagi para siswa yang membutuhkan. ***











