PARLEMENTARIA.ID – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajukan permintaan perbaikan infrastruktur di Pelabuhan Bangsal, yang menjadi pintu masuk utama wisatawan ke kawasan Gili Tramena. Pernyataan ini disampaikan setelah rombongan Komisi IV melakukan kunjungan lapangan ke lokasi tersebut pada 31 Desember 2025. Peninjauan ini dilakukan bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perhubungan (Dishub) NTB.
Masalah Struktur yang Mengancam Keselamatan
Salah satu anggota Komisi IV DPRD NTB, H Suharto, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan beberapa kerusakan struktur pelabuhan yang memerlukan segera penanganan. Kerusakan terutama terjadi pada tiang pancang dan dermaga yang mengalami pengikisan akibat air laut. Hal ini menyebabkan tulangan besi terlihat secara langsung, yang berpotensi mempercepat korosi dan melemahkan struktur jika tidak segera diperbaiki.
“Kami minta agar bagian tulangan besi yang sudah terbuka segera ditutup dan dilakukan penguatan sesuai standar teknis. Sehingga keamanan dermaga tetap terjaga,” ujar Suharto dalam pernyataannya.
Kerusakan pada Alat Pelindung Dermaga
Selain itu, kerusakan juga terjadi pada karet pelindung dermaga atau rubber bumper. Beberapa alat ini tidak berfungsi secara optimal, sehingga kapal yang bersandar mengalami benturan langsung dengan dinding dermaga yang keras. Hal ini meningkatkan risiko kerusakan kapal dan membahayakan keselamatan penumpang.
Pengaruh Terhadap Citra Pariwisata
Pelabuhan Bangsal merupakan salah satu akses penting menuju kawasan Gili Tramena, yang terdiri dari tiga pulau kecil yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Kondisi infrastruktur yang rusak dapat merusak citra pariwisata NTB, terutama karena kawasan ini dikenal sebagai destinasi wisata internasional.
Suharto menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keselamatan wisatawan, tetapi juga untuk menjaga reputasi pariwisata NTB secara keseluruhan. “Perbaikan infrastruktur ini sangat penting agar wisatawan merasa nyaman dan aman saat berkunjung ke wilayah ini,” tambahnya.
Persiapan untuk Musim Liburan
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pihak Polres Lombok Utara telah menurunkan 95 personel untuk memaksimalkan pengamanan di Pelabuhan Bangsal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas kapal dan keamanan wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Upaya Pemerintah Daerah
Dalam upaya menjaga kualitas infrastruktur, pemerintah provinsi NTB juga diminta untuk segera melakukan evaluasi terhadap kontraktor yang terlibat dalam proyek pembangunan dan perbaikan pelabuhan. Selain itu, DPRD NTB juga mengingatkan DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) untuk lebih aktif dalam menjaga hutan dan lingkungan sekitar, mengingat deforestasi bisa berdampak pada kondisi fisik pelabuhan.
Rekomendasi dari Legislatif
DPRD NTB juga siap merekomendasikan pencabutan izin perusahaan yang terbukti melakukan illegal logging di Lombok Tengah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kerusakan lingkungan yang bisa berdampak pada infrastruktur pelabuhan dan ekosistem sekitarnya.
Kondisi infrastruktur Pelabuhan Bangsal yang rusak menjadi perhatian serius bagi DPRD NTB. Dengan adanya rekomendasi perbaikan, diharapkan pelabuhan ini dapat kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi wisatawan. Selain itu, perbaikan ini juga menjadi langkah strategis untuk menjaga citra pariwisata NTB di tingkat nasional maupun internasional. ***













