PARLEMENTARIA.ID – Aktivitas distribusi minyak kelapa sawit mentah (CPO) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menjadi perhatian serius. Pasalnya, tumpahan CPO masih kerap ditemukan di sejumlah ruas jalan umum. Dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Anggota Komisi IV DPRD Kotim, Dra Rinie menilai kondisi jalan yang licin akibat tumpahan CPO sangat rawan memicu kecelakaan, terutama saat hujan maupun pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.
“Jalan yang terkena tumpahan CPO menjadi sangat licin dan berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan. Ini bukan hanya kerugian materi, tetapi juga bisa mengancam keselamatan bahkan nyawa masyarakat,” ujarnya, Rabu (11/2).
Menurut Rinie, tanggung jawab utama berada pada perusahaan maupun pengelola angkutan CPO. Ia menegaskan setiap kendaraan pengangkut wajib memastikan muatan tertutup rapat dan terikat dengan baik sebelum melintas di jalan umum. Ia juga menyoroti tingginya lalu lintas angkutan CPO di Kotim, mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu sentra produksi kelapa sawit di Kalimantan Tengah.
Yang setiap harinya, ratusan truk pengangkut CPO melintas dari areal perkebunan menuju pabrik pengolahan, sehingga potensi terjadinya tumpahan semakin besar apabila standar pengamanan muatan tidak diterapkan secara ketat.
“Kami minta pihak perusahaan juga harus menerapkan standar pengamanan muatan secara ketat terhadap armada pengangkutannya, sehingga tidak tertumpah saat dalam perjalanan pendistribusiannya,” ucap Rinie.
Politisi Partai PDI Perjuangan ini juga mengatakan peran Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim dinilai sangat krusial. Pengawasan terhadap kelayakan kendaraan, kondisi tangki maupun bak muatan, serta kepatuhan sopir terhadap prosedur pengangkutan harus dilakukan secara berkala dan konsisten.
“Dishub perlu lebih aktif melakukan inspeksi lapangan. Pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, muatan aman, dan sopir memahami standar keselamatan. Pengawasan yang ketat akan membantu menekan risiko kecelakaan,” tegasnya.
Selain pengawasan dari pemerintah, kesadaran dan tanggung jawab perusahaan angkutan serta pengemudi juga menjadi faktor penting. Dengan kepatuhan terhadap aturan pengangkutan, diharapkan risiko kecelakaan akibat tumpahan CPO dapat diminimalkan.
“Selain itu juga menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan masyarakat saat di jalan,” tutupnya. (bah/ans/kpg)
Masalah Utama Distribusi CPO di Kotim
Beberapa masalah utama yang muncul dalam distribusi CPO di Kotim antara lain:
- Tumpahan CPO di jalan umum – Banyak pengemudi tidak memastikan muatan tertutup rapat, sehingga menyebabkan tumpahan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
- Jalan licin dan berisiko kecelakaan – Kondisi jalan yang licin akibat tumpahan CPO meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat hujan atau malam hari.
- Pengawasan kurang ketat – Diperlukan peningkatan pengawasan dari pihak terkait seperti Dishub untuk memastikan kendaraan layak jalan dan pengemudi patuh pada aturan.
Solusi yang Dapat Dilakukan
Untuk mengatasi masalah ini, beberapa solusi yang dapat diterapkan adalah:
- Standar pengamanan muatan yang ketat – Setiap kendaraan pengangkut harus memastikan muatan tertutup rapat dan terikat dengan baik sebelum melintas di jalan umum.
- Peningkatan pengawasan oleh pemerintah – Dinas Perhubungan perlu lebih aktif melakukan inspeksi lapangan dan memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan.
- Kesadaran dan tanggung jawab perusahaan dan pengemudi – Seluruh pihak terkait harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk mematuhi aturan pengangkutan agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
Pentingnya Keselamatan Berkendara
Keselamatan berkendara menjadi prioritas utama dalam distribusi CPO. Hal ini tidak hanya melibatkan pihak perusahaan, tetapi juga para pengemudi dan pemerintah daerah. Dengan kolaborasi yang baik, risiko kecelakaan dapat diminimalisir dan kelancaran arus lalu lintas dapat terjaga.










