PARLEMENTARIA.ID – Puncak peringatan Harlah NU ke-100 tingkat Kota Bogor yang digelar di Balai Kota baru-baru ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi kontribusi organisasi keagamaan dalam masyarakat. Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi atau akrab disapa Kiwong, menyampaikan bahwa momentum ini harus menjadi penguat peran NU dalam menjawab kebutuhan warga.
Kiwong menekankan bahwa eksistensi organisasi tidak hanya diukur dari kegiatan seremonial, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya warga Nahdliyin. Ia menilai bahwa PR penting setelah rangkaian Harlah ini adalah bagaimana keberadaan NU bisa dirasakan langsung oleh warga Kota Bogor.
Program yang Berdampak Langsung pada Masyarakat
Untuk mencapai hal tersebut, Kiwong mengajak pengurus PCNU Kota Bogor merancang program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat. Hal ini penting agar NU tidak hanya dilihat sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai mitra yang aktif dalam membangun masyarakat.
Selain aspek sosial, Kiwong menyoroti pentingnya penguatan ideologi. PCNU Kota Bogor diharapkan konsisten menyebarluaskan ajaran Ahlusunnah wal Jama’ah sebagai benteng ideologi di wilayah tersebut. Dengan memperkuat pemahaman dan implementasi ajaran Islam yang moderat, NU dapat menjadi contoh dalam menjaga kerukunan dan harmoni masyarakat.
Pengukuhan Satgas LPBI NU Kota Bogor
Kiwong juga memberikan apresiasi atas pengukuhan Satgas Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Kota Bogor. Menurutnya, kehadiran satgas tersebut penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dengan adanya satgas, NU dapat berkontribusi lebih nyata dalam upaya mitigasi bencana dan penanggulangan dampak perubahan iklim.
Dia pun berpesan agar personel satgas terus meningkatkan kapasitas teknis sekaligus memperluas jaringan relawan. Untuk itu, Kiwong menyarankan agar dilakukan rekrutmen personel sosial sebanyak-banyaknya agar dampak manfaatnya makin luas.
Pentingnya Peningkatan Kapasitas dan Jaringan Relawan
Bagi satgas yang bertugas, Kiwong menekankan pentingnya terus mengasah kemampuan dan pengetahuan tentang kebencanaan. Selain itu, ia mengajak untuk memperluas jaringan relawan guna memastikan bahwa bantuan dan layanan yang diberikan dapat mencapai masyarakat yang membutuhkan.
Kewajiban NU bukan hanya terbatas pada kegiatan ritual atau simbolis, tetapi juga harus terlihat melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, NU dapat menjadi bagian dari solusi dalam berbagai isu sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Masa depan NU di Kota Bogor akan ditentukan oleh sejauh mana organisasi ini mampu menjawab tantangan yang ada. Dari sisi sosial, NU perlu memperkuat partisipasi dalam program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, dalam bidang ideologi, NU harus terus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam yang benar dan sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Selain itu, dalam bidang kebencanaan, NU memiliki peluang besar untuk menjadi mitra strategis dalam upaya pemerintah dan lembaga lain dalam menangani bencana. Dengan memperkuat kapasitas dan jaringan relawan, NU dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan langkah-langkah tersebut, NU di Kota Bogor dapat semakin memperkuat posisinya sebagai organisasi keagamaan yang relevan dan berkontribusi positif dalam kehidupan masyarakat.











